Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sosok Ima Nur Diana, Gadis Asal Grobogan yang Wakili Jateng di Pertukaran Pemuda Antarprovinsi

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16:24 WIB
Dok pribadi
Dok pribadi

RADAR KUDUS - PROGRAM Pertukaran Pemuda Antarprovinsi (PPAP) 2025 menjadi ruang pembelajaran lintas budaya bagi generasi muda untuk berkontribusi nyata di masyarakat. Salah satu yang terpilih mewakili Provinsi Jawa Tengah adalah Ima Nur Diana, perempuan asal Desa Simo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan.

Perempuan lulusan Sarjana Hukum Islam (Al-Fiqh wa Ushuluhu) Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda, Pati, ini berhasil lolos seleksi nasional yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI).

Program tersebut berlangsung selama dua pekan, sejak 2 hingga 17 Oktober 2025, dengan tuan rumah Provinsi Kalimantan Tengah dan Bali.

Bagi Ima, mengikuti PPAP bukan sekadar perjalanan antarwilayah, melainkan wujud komitmennya dalam memperluas makna pengabdian.

“Saya ingin belajar langsung dari masyarakat di luar Jawa, bagaimana mereka menjaga nilai gotong royong, melestarikan budaya, dan tetap berdaya di tengah keterbatasan,” tuturnya.

Perjalanan menuju PPAP ia lalui dengan penuh semangat. Setelah melalui seleksi administrasi, wawancara, dan pembekalan nasional, Ima akhirnya dinyatakan lolos mewakili Jawa Tengah dan ditempatkan di Desa Kotawaringin Hulu, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Selama dua pekan penugasan, Ima tinggal bersama warga dan aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan budaya.

Di lokasi penempatan, Ima bersama rekan peserta lainnya melaksanakan audiensi dengan pemerintah kelurahan, puskesmas, serta pelaku usaha lokal seperti pengrajin sapu ijuk, tasbih kayu gaharu, dan gula aren.

Ia juga dipercaya menjadi pemateri dalam Workshop Seni dan Kreativitas (WARNA) bersama Muhammad Ardiansyah dari Lampung, serta turut membimbing Workshop Menulis dan Membacakan Puisi (SUARA) bersama Pebrian Dwi Ramadhan dari Sumatera Selatan dan Idris dari Sulawesi Tenggara.

“Saya melihat anak-anak muda di Kotawaringin sangat kreatif. Mereka hanya butuh ruang untuk menyalurkan ide dan ekspresi. Lewat seni, mereka bisa bersuara dengan caranya sendiri,” ungkap Ima dengan senyum hangat.

Selain bidang seni dan literasi, Ima juga terlibat dalam pelaksanaan Suba’Ku Fest, program inovatif yang mengajak masyarakat menukar sampah dengan sembako.

Ia turut menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dalam pelatihan Bank Sampah, memberikan pelatihan public speaking bagi siswa SMKN 1 Kotawaringin Lama, serta membantu pembuatan video profil desa dan dokumentasi budaya lokal sebagai upaya pelestarian kearifan daerah.

Pengalaman di Kalimantan Tengah menjadi pelajaran berharga bagi Ima. Ia mengaku banyak belajar tentang arti ketulusan dan semangat gotong royong masyarakat setempat.

“Saya belajar banyak dari masyarakat Kalimantan Tengah — tentang kesederhanaan, empati, dan kolaborasi. Mereka mengajarkan bahwa pembangunan sejati tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun hati,” katanya.

Sebelum dikenal luas sebagai wakil Jawa Tengah di PPAP, Ima telah aktif di berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan.

Ia pernah menjadi Sekretaris Jenderal DEMA AMALI Nasional, lembaga koordinasi mahasantri Ma’had Aly se-Indonesia, serta terlibat di CSSMoRA Nasional dan IKAMALIS.

Di luar organisasi, Ima menggagas Pelita Desa, sebuah gerakan sosial yang fokus pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan integritas di tingkat akar rumput.

“Saya percaya bahwa perubahan sosial tidak harus besar, tapi harus tulus dan berkelanjutan. Dari desa, kita bisa mulai mengubah cara pandang masyarakat terhadap pendidikan dan integritas,” ujarnya menegaskan.

Kini, di usia muda, Ima terus menorehkan prestasi dan kontribusi. Ia dikenal sebagai penulis dan pembicara publik yang kerap tampil di berbagai forum nasional dan internasional, termasuk di University of Malaya (Malaysia) dan Global Education Foundation.

Selain itu, ia juga menjadi Kader Dai Muda Kementerian Agama RI dan Kader Antikorupsi KPK RI melalui program SINTESIS 2025.

Perempuan asal Desa Simo, Kecamatan Kradenan, ini menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa dan relawan muda di Jawa Tengah.

Baginya, setiap langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan dapat menyalakan cahaya perubahan. “Saya tidak pernah menganggap perjalanan ini sebagai pencapaian pribadi, melainkan amanah untuk membawa manfaat. Selama masih diberi kesempatan, saya ingin terus menyalakan cahaya. Sekecil apa pun itu,” tutupnya. (int)

 

Editor : Mahendra Aditya
#grobogan #inspirashe #sosok #ppap 2023