Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Miftahurrahmah, Komisioner KPU Kudus yang Sibuk, Tapi Tetap Produktif Menulis Novel!

Galih Erlambang Wiradinata • Jumat, 1 Agustus 2025 | 02:44 WIB

MIFTAHURRAHMAH
MIFTAHURRAHMAH

RADAR KUDUS - TINGKAT kesibukan yang dijalani oleh para Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus begitu tinggi pada masa tahapan Pemilu 2024.

Di tengah padatnya agenda tahapan Pemilu itu, Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kudus, Miftahurrohmah masih produktif menyelesaikan projek menulisnya. 

Perempuan asal Desa Besito ini berhasil ‘mencuri’ waktu luang di tengah padatnya agenda tahapan Pemilu.

Upayanya itu berhasil membuahkan satu karya di tahun 2025. Satu novel berjudul Gus Mantan akan dirilis dalam waktu dekat. 

 Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Megah Erisniawati, Sosok Katolik Dermawan Asal Rembang yang Wakafkan Tanah untuk Musala

Mifta sapaan akrabnya mengaku pada tahapan Pemilu 2024 itu sangatlah sibuk. Agenda terjadwal dengan rapi.

Tidak ada kata hari libur. Disela aktivitasnya itu dia masih sempat berjuang untuk menulis. 

”Saya mengalir saja tidak ada target untuk menyelesaikan tulisan itu. Tetapi saya usahakan setiap hari bisa produktif menulis,” katanya. 

Baca Juga: Mengenal Arbiyanti Putri Lestari, Pelajar dan Atlet Panjat Tebing Jepara Peraih Emas Popda, Bermimpi ke Kancah Internasional

Tulisan Mifta itu dituangkan bukan saat selesai rapat. Ia berjuang menyelesaikan tulisannya itu di tengah perjalanan dinas luar. 

Di dalam mobil menuju perjalanan dinas ia menuangkan pikirannya. Dia punya target pasti. Setiap kali menulis bisa mencapai satu bab. Atau kurang lebih 1000 kata. 

”Saya menulis saat perjalanan, kan saat itu Demak lagi parah banjir rob dan macet. Saya mencoba produktif menulis,” kata perempuan bernama pena Mita El Rahma itu. 

Waktu produktif itu diakuinya dilampaui saat menempuh perjalanan. Dia mengaku saat selesai rapat malah tidak produktif. Lantaran tenaganya habis untuk berpikir untuk melaksanakan tugas tahapan Pemilu. 

”Ketika saya tidak membaca atau menulis di waktu luang terasa ada yang kurang dalam hidup saya,” ungkapnya. 

Mifta mengaku inpirasi tulisannya diambil tidak jauh dari pengalamannya. Yakni kisah percintaan di dalam dunia pesantren. Kisah-kisah itu dikemas dan dituangkan dalam karyanya. 

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Juan Farest Parhusip, Anak Sopir yang Raih Runner Up Duta Wisata Blora 2025

Di tengah kesibukan menjalankan tugas komisioner KPU itu, sering kali Mifta mengalami kebuntuan dalam menulis. Kondisi itu disebabkan kurangnya mood ketika hendak menulis. 

Pekerjaan rumah terberat itu akhirnya mampu dituntaskan oleh Mifta. Dia telah menerbitkan beberapa karya tulis. 

Cerpen pertama kali yang ia buat adalah Nyanyian Cinta, antologi cerpen santri pilihan bacaan Quran buat Simbah.

Pada tahun 2019 ia menulis novel dan meresmikan selesai 2020 berjudul Menjemput Cinta di Ujung Gelam.

Pada tahun 2020 menulis novel dan selesai 2023. Novel berjudul Gus Mantan terbit 2025. 

Pada tahun 2020 lalu ia menuliskan novel berjudul Cinta Santri Dalem. Novel itu diselesaikan pada tahun 2025. (gal)

Editor : Mahendra Aditya
#inpiratif #she #Kudus #kpu kudus #KPU