USIA bagi Arbi, perempuan asal Desa Mindahan Kecamatan Batealit bukanlah penghalang untuk memulai sesuatu. Justru hal tersebut adalah titik pijak awal untuk meniti sesuatu.
Bagi perempuan pemilik nama lengkap Arbiyanti Putri Lestari, tidak ada yang terlalu kecil untuk perubahan dan kemajuan.
Dara berusia 17 tahun yang kini bersekolah di SMAN 1 Tahunan, Jepara, tersebut telah menjadi atlet panjat tebing yang bergemilang prestasi.
Ia baru-baru ini mendapat emas diajang POPDA Provinsi di nomor spèed WR Putri. Beberapa daftar prestasi yang mulai diukirnya seperti pada 2024 menyabet medali emas pada POPDA Provinsi Jawa Tengah.
Kemudian Kejurprov seri 1 tahun 2025 meraih medali perunggu, Kejurprov sebelumnya di tahun 2024 juga mendapatkan medali emas. Serta pernah juga didapati medali perunggu di ajang POPDA Jateng pada 2024.
Kelincahannya dalam merayapi tebing tak lagi diragukan. Postur tubuh yang ideal memberikan keuntungan tersendiri. Hampir semua kategori tersebut masuk dalam nominasi speed world record climbing.
Arbi sendiri menyukai olahraga kalistenik, hal itu linier dan sejurus dalam pengembangan cabor panjat tebing yang mendulang pengayaan pengalamannya. "Untuk penyeimbang (batin, Red) saya lagi suka baca buku dan liburan ke alam," ringkasnya.
Kini ini ada di penghujung tahun, di mana telah menginjak bangku kelas XII SMAN 1 Tahunan. Pihaknya berencana melanjutkan studi perguruan tinggi di Universitas Negeri Semarang (Unnes) prodi PJKR.
"Orang tua saya sendiri sangat mendukung, support sekali terhadap saya ikut cabor ini. Saya sudah mulai belajar sejak kelas IV SD, memperdalam cabor ini di dekat rumah, Batealit Sport Center diampu oleh pak Abdul Kholik," jelasnya.
Sosok pria yang merupakan guru SDN 1 Batealit tersebut menjadi tokoh di balik kegemilangan karir yang telah dititi oleh Arbi.
"Sejak itu ikut panjat tebing hingga sekarang," singkat gadis ragil dari empat bersaudara ini.
Arbi sendiri mengaku, menyenangi tantangan. Meskipun terlahir sebagai seorang perempuan, hal-hal yang dilakoninya membuat dirinya jauh lebih dewasa dalam sikap dan laku-emosional.
Pihaknya juga berharap agar pemerintah daerah memberikan ruang dan fasilitas yang mendukung bagi para atlet sepertinya.
"Semoga pajat tebing di Jepara lebih baik, pemerintah lebih melek soal atlet agar berkembang. Bersaing tidak hanya tingkat provinsi tapi juga nasional dan internasional," ucapnya.
Ia juga berpesan kepada para generasi muda, bahwa menurutnya bakal memanh bisa membuat seseorang naik (ke puncak), namun konsistensi, disiplin, kerja keras dan doalah yang bisa membuat bertahan.(fik)
Editor : Mahendra Aditya