RADAR KUDUS - Di sebuah ruangan kelas XII MIPA 2 MA Sunniyyah Selo, duduk seorang siswi yang menjadi kebanggaan sekolah dan daerahnya.
Dialah Nurul Fajriyah, gadis kelahiran Grobogan, 15 Agustus 2008, yang tak hanya dikenal berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dan bersinar di dunia kepramukaan.
Ketekunan dan semangat Nurul terlihat sejak awal. Ia bukan tipe remaja yang mudah puas. Semester demi semester ia lewati dengan prestasi stabil di peringkat dua besar.
Di balik senyumnya yang hangat, Nurul adalah sosok pekerja keras yang telah mengukir prestasi demi prestasi di berbagai ajang kepramukaan, dari tingkat ranting hingga cabang.
Sejak 2023, dia tak pernah berhenti mengikuti berbagai lomba dan kegiatan Pramuka.
Ia menjadi juara Lomba Cepat Tepat Pramuka (LCTP) di Kwartir Ranting Tawangharjo dan terus melaju hingga tingkat kabupaten.
Ia juga menjadi bagian penting dalam tim pionering dan ansambel musik di kegiatan besar LOGARAWA IV tahun 2024.
Keaktifannya mengantarkannya hingga ke Cibubur, menjadi peserta Kemah Pramuka Madrasah Nasional—suatu pengalaman yang diimpikan banyak Pramuka muda.
Namun kesuksesan itu tidak datang begitu saja. Nurul mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
"Mulai dari menghafal dan mempraktikkan berbagai materi seperti pemetaan, morse, semaphore, teknik bivak, hingga latihan baris-berbaris," ujarnya.
Di sela kesibukan sekolah, ia juga rutin berdiskusi dan berlatih wawancara bersama pembina, serta mengasah kreativitas melalui kegiatan melukis bersama teman-temannya.
Baginya, semua pengalaman itu bukan hanya soal perlombaan atau piala. Ada kenangan yang jauh lebih dalam.
“Pengalaman saat di provinsi, ertemu banyak teman dari berbagai kabupaten, itu pengalaman yang tidak bisa saya lupakan. Bisa berada di sana adalah impian banyak orang, dan saya merasa sangat bersyukur bisa merasakannya,” ujar Nurul.
Kini, Nurul Fajriyah menjadi inspirasi tak hanya bagi adik kelasnya di MA Sunniyyah Selo, tapi juga bagi remaja lainnya di Grobogan.
Ia adalah bukti bahwa dengan semangat, kerja keras, dan ketekunan, anak desa pun bisa bersinar di panggung besar. Ia telah membuktikan, Garuda muda bisa terbang tinggi. Asal ia percaya pada dirinya sendiri. (int)
Editor : Mahendra Aditya