Mulanya perempuan berusia 17 tahun ini, menyukai seni pementasan seperti membaca puisi.
”Saya dulu sebelum masuk SMA sering ikut lomba baca puisi. Akhirnya terjun di dunia teater,” kata perempuan yang kini menjadi ketua Teater Studio One SMA 1 Kudus ini.
Dia menceritakan, awalnya ia tak mendapatkan restu dari orang tuanya untuk mengikuti ekstrakurikuler (eskul) terater di sekolahnya.
Orang tua Labibah mengaku khawatir kegiatan tersebut mengganggu jam sekolah.
Meskipun begitu, Labibah menunjukkan tanggung jawabnya. Saat duduk di kelas XI, ia memeroleh restu dari orang tuanya.
”Malah tidak menyangka saya terpilih menjadi ketua teater di sekolah,” jelasnya.
Selama mengikuti ekskul tersebut, ia memeroleh banyak pengalaman. Selain itu, memeroleh relasi dari luar sekolah.
Labibah mengaku, di teater ada banyak hal yang dipelajari. Antara lain, kepercayaan diri, penguatan mental, dan pengalaman organisasi.
”Semoga ke depan saya semakin baik dalam membawakan peran dan tingkat public speaking saya bertambah bagus,” harapnya.
Selama bergabung dengan Teater Studio One, ia telah menampilkan tiga kali pementasan.
Baru-baru ini, ia telah tampil bersama dengan Teater Lucentia dari Universitas Muhammadiyah Kudus (Umku).
Dia beraharap, ke depan Teater Studio One semakin melejit eksistensinya. Selain itu, banyak siswa yang mengikuti ekskul tersebut. (Galih Erlambang Wiradinata)
Editor : Ali Mustofa