BERBISNIS telah digeluti Cindy Jihan sejak tujuh tahunan silam. Mulai dari mengisi waktu luang malah kini sukses meraup cuan. Bisnisnya pun terdiri dari berbagai macam kreasi handmade.
Perempuan kelahiran Grobogan, 28 Juli 1999 ini kini mulai masuk ke bidang kreatif dengan menjual akrilik LED, bucket, pigura, mahar, serta papan bunga.
"Kalau merintis bisnis ini karena iseng ingin menghabiskan waktu luang. Jauh sebelum ini, sebenarnya sejak dulu waktu masih kelas 2 SD juga sering lihat orang tua menjalankan bisnis, sepertinya seru. Jadi kayak tertarik gitu," ungkapnya.
Saat itu Cindy mulai berani menjual bando. Berlanjut bisnis di SMP dengan menjual salad buah dengan resep sendiri serta saat SMA mulai menjual makaroni.
"Semua itu didukung sama orang tua saya. Bahkan, sampai sekarang kadang juga masih open PO untuk salad dan makaroni karena peminatnya juga cukup banyak," imbuhnya.
Tak hanya itu, selain bisnis kreatif dan kuliner. Cindy juga membuka bisnis parfum hingga fashion hijab.
"Kalau bisnis kreatif itu mulanya terinspirasi saat mau memberi kado teman untuk wisuda. Pas barangnya datang saya terinspirasi untuk membuat sendiri. Ternyata disambut baik teman-teman," ungkapnya.
Meski tergolong sukses dalam berbisnis, Cindy mengaku pernah mengalami suka dan duka.
"Untuk sukanya sendiri banyak karena dari kecil sudah hobi jualan jadi ya itu sebuah hal yang seru menurut saya. Jadi bener-bener hobi yang dibayar," imbuhnya.
Bahkan, ia merasakan setiap hari rasanya seperti cuma menjalani hobi. Walaupun kelihatannya full kerja tapi dia merasa yang dikerjakan sesuai passion dan bakat yang dimiliki.
Dia pun harus banyak belajar hal baru seperti belajar marketing, manajemen waktu, konsisten, tekun, disiplin, lebih kreatif, hingga lebih legowo.
Namun, tak lepas dari itu saat berada di posisi sekarang ini sangatlah tidak mudah.
"Karena saya pastinya ada kegagalan-kegagalan sebelumnya yang saya dapati. Entah kerugian yang cukup besar karena terlalu cepat mengambil keputusan dalam memulai usaha baru," kesannya.
Cindy pun berpesan untuk anak muda yang ingin membuka usaha, kuncinya adalah berani mencoba hal baru, percaya diri, kalau gagal coba lagi serta yang paling penting adalah memulai usaha dengan modal terkecil dahulu untuk meminimalisir kerugian. (int/zen)
Editor : Noor Syafaatul Udhma