NUR Indah Sari kini bekerja sebagai pegawai di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati. Sebelumnya, ia pernah menjadi penjaga toko dan karyawan perusahaan.
Indah kini menuju hidup yang lebih realitistis. Menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Warga Desa Payang, Kecamatan/Kabupaten Pati, itu tak ujug-ujug menjadi pegawai pemerintah. Ada perjuangannya.
Perempuan berusia 24 tahun itu, pernah bekerja menjadi penjaga toko di Semarang saat kuliah.
Lulusan Politeknik Negeri Semarang (Polines) itu, juga pernah menjadi karyawan perusahaan. Gajinya di bawah upah minimum regional (UMR).
Kerja keras dan ketekunan dapat mengubah kehidupannya. Bisa juga memberi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang meraih impian mereka.
Indah sendiri bercita-cita menjadi guru. Namun, kini malah menjadi PNS di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati.
Awalnya ia mencoba peluang formasi PNS di Kejari Pati dan lolos.
”Dulu saya ingin menjadi guru. Tapi saat melihat ada peluang formasi PNS di Kejari Pati, saya mencoba. Alhamdulillah lolos,” ujar Indah.
Menurutnya, kunci bisa lolos itu dengan giat belajar dan menjaga mental. ”Saya rutin belajar dari Youtube.
Saya juga menjaga kebugaran dan mental dengan olahraga,” ucapnya.
Lulusan jurusan akuntansi itu, awal bekerja bingung. Sebab, biasanya di bidang hitung-hitungan, kini menjabat sebagai staf Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti di Kejari Pati.
Ia harus belajar lagi bagaimana bekerja di bagian barang bukti. Karena ia harus bertanggung jawab atas proses pengelolaan barang bukti di kejaksaan.
Mulai dari pelimpahan barang bukti, penyimpanan, hingga eksekusi akhir sesuai putusan pengadilan.
”Saya belajar peraturan kejaksaan secara otodidak setiap hari. Rekan-rekan kerja juga banyak membantu saya belajar,” ucapnya.
Sebagai PNS, Indah ingin menjalankan tugas dengan prinsipnya. Mulai dari berorientasi pelayanan, akuntabel, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
”Saya bersyukur orang tua saya bahagia dengan pencapaian (menjadi PNS, Red) ini,” tutupnya. (adr/lin)
Editor : Ali Mustofa