RADAR KUDUS - Di balik kesibukannya sebagai marketing di sebuah perusahaan di Semarang, Nanda Yurike masih menyalurkan hobinya di dunia modeling.
Perempuan asal Demak yang kini berusia 29 tahun ini mengakui bahwa pekerjaan sebagai marketing bukan hal yang mudah.
“Harus kerja keras, ada target yang harus dicapai,” tuturnya.
Namun, di tengah padatnya jadwal, Nanda tetap menyempatkan diri untuk menjalani hobinya di dunia modeling yang sudah ia geluti sejak masa sekolah.
Meski tidak seintens dulu, Nanda tetap berusaha menyisihkan waktu di akhir pekan.
“Namanya hobi, meski sekarang jarang, tetap dijalani. Biasanya hanya bisa weekend, itu pun harus pintar-pintar cari waktu luang,” ungkap lulusan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) ini.
Bagi Nanda, modeling bukan sekadar hobi, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.
Beberapa pekerjaan modeling masih ia terima, terutama pada hari Minggu yang memberinya ruang di tengah kesibukan.
“Masih ada job, untungnya biasanya di hari Minggu, jadi masih bisa tetap jalan,” katanya.
Yang menarik, Nanda tidak pilih-pilih dalam menerima pekerjaan di bidang modeling.
Dari mengenakan busana gamis hingga jersey klub sepak bola PSIS Semarang, semua ia jalani dengan antusias.
Hal ini menunjukkan fleksibilitasnya sebagai model, serta komitmennya untuk terus berkarya.
Di balik semua itu, Nanda punya pesan kuat untuk sesama perempuan.
Menurutnya, perempuan harus bisa bekerja keras dan mandiri tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa perempuan mampu berdiri di atas kaki sendiri.
“Aku ingin menunjukkan bahwa aku bisa jadi perempuan yang strong,” tegas perempuan yang pernah menyandang gelar Mbak Demak ini.
Dengan semangat yang membara, Nanda Yurike menjadi bukti bahwa perempuan bisa menjalani karier yang menantang sekaligus mengekspresikan passion-nya, tanpa melupakan peran penting dalam masyarakat.
Editor : Abdul Rokhim