RADAR KUDUS - Meski baru dua tahun terjun menjadi relawan di Kabupaten Grobogan. Berliana Anidayati memiliki berbagai pengalaman menarik.
Semula, Berlin —sapaan akrabnya- ini mengaku tertarik menjadi relawan karena melihat teman dekatnya saat menangani korban laka lantas di jalan.
”Saat itu sedang keluar masin sama teman dekat yang saat itu sudah bergabung lebih dulu di PMI Grobogan. Pas di jalan melihat ada kecelakaan dan berusaha menolong. Ternyata kobannya tukang kebun di sekolah saya. Di kondisi genting, hanya teman dekat saya yang menolong. Korban dengan keadaan cukup parah. Melihat penanganan sigap itu saya jadi terinsipirasi, akhirnya bertekat menjadi relawan,” ungkap perempuan yang lahir di Grobogan, 26 Mei 2000 ini.
Padahal, Berliana mengaku sebelumnya takut mendengar sirine ambulans. Terlebih melihat darah dan harus memberikan pertolongan pertama kepada orang lain. ”Mulailah memiliki tekad bulat untuk memulai belajar. Serta menyiapkan mental menjadi relawan,” imbuhnya.
Ternyata alumni UMS ini mulai mengikuti diksar relawan pada 2021. Meski dirasa singkat, ia mengaku banyak sekali pembelajaran yang telah diambil.
”Tertanamnya mental yang bagus dan saya mulai berkembang aktif selama di PMI. Saya mendapatkan pelajaran pertolongan pertama dasar hingga bimtek ambulans dengan pelatih internasional,” kesannya.
Tak hanya menangani laka lantas, Berliana juga beberapa kali ikut sebagai tim kebencanaan di kabupaten. Meski saat itu ditugaskan di dapur umum. Saking banyaknya memasak, ia mengaku sempat ogah makan telur selama sebulan. Hal itu karena merasa sudah bosan selama bencana harus memasak telur. (int)
Editor : Noor Syafaatul Udhma