Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok Erieke Nindha Rahmayantie, Alumni Undip Asal Kudus yang Hobi Ngonten Makan-Makan Jadi Ladang Cuan

Intan Maylani Sabrina • Senin, 5 Agustus 2024 | 03:22 WIB

 

Erieke Nindha Rahmayantie
Erieke Nindha Rahmayantie

ERIEKE Nindha Rahmayantie, perempuan asal Karang Bener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus ini mendapat pundi-pundi cuan dari ngonten kuliner.

Kini dalam sepekan, alumni Ilmu Komunikasi Undip ini bisa bikin video 2-3 kali.

Awal mula ngonten, Erieke bermula dari pulang kampung ke Kota Kretek pada 2022.

Saat itu dirinya tak sengaja dengan hobi makannya tidak sengaja dikemas dalam sebuah konten menarik di TikTok.

Kontennya itu di sukai banyak orang. Kini hobi makannya bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Dengan berbagai respons positif itu membuatnya semakin rajin ngonten tentang kuliner Kudus.

“Sebagai pecinta kuliner saat itu, aku susah banget cari rekomendasi makanan enak disini. Jadi ya sudah kalau ketemu tempat makan enak aku videoin terus upload deh ke TikTok,” ujar mama muda dengan satu anak ini.

Tak hanya tentang kuliner, Erieke turut membuat konten wisata yang jarang dikunjungi.

“Karena semuanya aku kerjakan sendiri mulai dari take sampai editing. Jadi aku harus bagi waktu untuk mengerjakan semuanya dan urus rumah juga. Harus pandai bagi waktu sih,” katanya.

Namun, tak hanya di seputar Kudus.

Perempuan kelahiran Kudus, 27 September 1994 ini mulai kerap wara-wiri buat konten sampai kota-kota lainnya.

Seperti Semarang, Jogja, Demak, dan Pati.

Berkat jadi konten kreator, Erieke bisa investasi ke alat konten hingga menabung.

Dia pun turut menceritakan pengalaman pahitnya selama menjadi konten kreator.

“Pengalaman pahit kalau di dunia perkontenan ya di-ghosting klien. Sudah deal segala macam, tiba-tiba cancel atau tiba-tiba enggak ada kabar dihubungin nggak bales," ujarnya.

"Kan jadi bingung mau lanjutin apa enggak. Biasanya kalau seperti itu aku tunggu 1x24 jam, kalau tetap nggak ada kabar ya aku skip juga,” imbuhnya.

Selain itu, menurut Erieke, kerja sebagai konten kreator juga masih dipandang sebelah mata.

Lantaran banyak yang minta gratisan dan justru dari orang terdekat.

“Padahal membuat personal branding sampai karyanya dikenal dan disukai banyak orang kan ada effort-nya juga. Belum lagi beban moral kalau info yang kita sampaikan tidak sesuai, rawan dihujat. Karena semua orang bisa bikin video, tapi tidak semua bisa jadi content creator,” tutupnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#wisata #kuliner #cuan #tiktok #undip #kota kretek #Kudus