JEPARA - Sosok perempuan kelahiran Jepara, 17 Juli 2001 itu sudah aktif jadi seorang barista sejak 2019. Di saat itu, barista perempuan di Kabupaten Jepara masih cukup jarang.
Namun, ia sudah mulai jatuh cinta dengan dunia perkopian.
Perempuan asal Desa Sinaggul, Kecamatan Mlonggo, Jepara ini mengaku memiliki ketertarikan dengan dunia kopi.
Bermula dari diajak rekannya belajar mengolah biji kopi, ia jadi tertarik lebih dalam untuk mengolah biji kopi hingga menyajikannya.
”Karena unik. Pembelajaran tentang kopi dan ngebar ini seolah tidak ada habisnya,” ungkap sosok yang akrab disapa Putri ini.
Karena kecintaannya dalam dunia barista, ia sempat membuka usaha kedai kopi sendiri. Itu jadi salah satu kegiatannya di sela kesibukan kuliah.
Baca Juga: SOSOK Titis Citra Dara Asal Kudus yang Taklukkan Medan Esktrem lewat Hobi Offroad
Namun, saat ini kesibukannya dalam dunia barista kopi memang sedikit berkurang.
Itu karena ia tengah menyelesaikan skripsinya di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Untuk menyelesaikan itu, ia sementara ini harus sering-sering menghabiskan waktu di Solo.
”Masih, tapi kalau ada panggilan gitu. Freelance,” ujar Putri.
Dari menekuni dunia barista itu, menurut Putri ada banyak hal yang didapatnya. Selain uang saku kuliah, dari kegiatan itu ia jadi paham beragam hal terkait dunia kopi.
Mulai dari pengolahan hingga penyajiannya. ”Dari situ juga saya dapat belajar terkait kesabaran. Dalam menghadapi banyak hal,” kata Putri. (rom/him)
Editor : Noor Syafaatul Udhma