Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SOSOK Siti Nur Asisah Guru Muda Asal Lasem Rembang yang Kini Jadi PPPK

Andre Faidhil Falah • Selasa, 18 Juni 2024 | 22:44 WIB
Siti Nur Hasisah
Siti Nur Hasisah

KUDUS -  Hasisah berhasil menjadi seorang guru. Meski tak punya background di dunia pendidikan, ia justru mampu mengemban amanah itu demi membahagiakan orang tuanya. 

Ternyata menjadi guru tak harus berasal dari lulusan sarjana kependidikan.

Bahkan lulusan non kependidikan bisa menjadi guru kalau mau merampungkan kuliah Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. 

Bahkan wanita ini sukses menempuh kuliah profesi hingga akhirnya memperoleh sertifikat pendidik.

Sertifikat pendidik itu pun menjadi pengantarnya lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian hu Kerja (PPPK).  

Wanita itu bernama Siti Nur Hasisah, gadis asal Lasem, Rembang sukses menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) jabatan fungsional guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Jekulo, Kudus. 

Dirinya yang bukan berasal dari background pendidikan menjajaki nasib di dunia pendidikan, alhasil Hasisah mampu meraih titik tersebut, yakni menjadi PPPK jabatan fungsional guru. 

Ia bangga dapat diterima menjadi PPPK, karena capaian tersebut menjadi cita-citanya yang ingin diraih sejak lama.

Terkadang ia tak menyangka mampu menjadi guru profesional berstatus ASN padahal semenjak S1 dan S2 tidak ambil studi di ilmu pendidikan. 

”Saya bersyukur sekali bisa menjadi PPPK guru. Saat ini saya diterima jadi PPPK untuk mengabdi di SMP N 1 Jekulo,” ungkapnya.

Sebelumnya, wanita 25 tahun itu lulus dari program studi Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada 2020.

Pendidikannya berlanjut S2 di UNNES, ia pun berhasil meraih title Magister Linguistik (M. Li). 

Pada 2022, dirinya tak lelah mengenyam bangku perkuliahan, tanpa diduga Hasisah mengikuti PPG Prajabatan di Universitas PGRI Semarang selama setahun.

Bagi dia PPG Prajabatan merupakan program yang bagus dari pemerintah sehingga membuatnya tertarik di dunia pendidikan. 

 ”Adanya program yang membuat saya tertarik di dunia pendidikan ini membuat saya belajar menjadi pembelajar dan pengajar sesuai zaman,” ungkap Hasisah menjelaskan rekam jejak pendidikannya. 

Selama studi PPG, Hasisah mendapat pengetahuan baru berupa teori pembelajaran, metode pembelajaran, dan perangkat pembelajaran yang sebelumnya tidak pernah ia peroleh ketika kuliah S1 Sastra Indonesia.  

 ”Teori belajar, metode belajar, dan perangkat pembelajaran sebelumnya tidak saya dapatkan ketika kuliah S1 ilmu murni. Berkat PPG akhirnya saya memperoleh ilmu baru,” ucapnya dengan penuh rasa bangga.

Kala itu dirinya menjalankan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMK N 6 Semarang. Di sana, ia bersama rekan praktiknya menjalani PPL.

Ia berusaha untuk melatih manajemen waktu ketika mengajar di dalam kelas, mengatur keluwesan menghadapi karakteristik peserta didik, melatih manajemen emosi dan mengasah keterampilan menjadi seorang guru profesional. 

 ”Saya merasa penasaran dan nyaman membersamai siswa belajar. Meski agak kesulitan memanajemen waktu, tetapi saya merasa tertantang. Saya juga belajar mengatur keluwesan menghadapi siswa, manajemen emosi, dan keterampilan lain,” imbuhnya.

Usai lulus PPG Prajabatan, Hasisah tak langsung begitu saja menjadi ASN.

Dirinya pada 2023 sempat mengabdi di tempat asalnya sembari menantikan pelaksanaan Computer Assited Test (CAT).

Beberapa bulan dirinya mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Lasem. (adr)

Editor : Abdul Rokhim
#orang tua #pati #inspirashe #sosok #lasem