JEPARA - Ide cemerlang memang bisa datang dari mana saja.
Bagi Arrinza Kamila Fatihah, ide muncul dari lingkungan sekitarnya.
Arrinza, sapaan akrabnya, berhasil mengolah ide dan konsep itu sehingga mengantarkannya menjadi pemenang medali perunggu Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional pada akhir tahun lalu.
Ia bersama salah satu rekannya bernama Rifda Fitri Ramadhani.
Arrinza mempresentasikan project “hair net” nya yang Ia yakini mampu mengatasi permasalahan sekitar.
Kepada wartawan, Arrinza menceritakan Ia membuat penyerap limbah minyak yang ada di sekitar pelabuhan.
Penyerap itu terbuat dari rambut-rambut sisa yang tidak terpakai.
“Kalau kita lihat di pelabuhan, dekat dermaga itu airnya kotor. Ada minyaknya. Minyak dari kapal-kapal. Nah ternyata minyak itu bisa dibersihkan, pakai rambut,” kata Arrinza yang merupakan siswi MAN 1 Jepara itu.
Arrinza mengaku terinspirasi dari ibunya.
Diketahui, Ibu arrinza memiliki salon yang setiap hari pasti ada potongan-potongan rambut tidak terpakai.
Kemudian Ia berpikir bagaimana sisa rambut itu bisa bermanfaat.
“Saya lihat Jepara kan punya Karimunjawa ya. Transportasinya itu kan pakai kapal, dan ada pelabuhannya. Ketika dilihat lebih dekat pelabuhan kita itu kotor, terutama yang dekat dermaga tempat kapal-kapal parkir." kata Arrin, gadis kelahiran 2008 ini.
"Banyak minyak sisa-sisa kapal, nah ketika dicoba minyak itu bisa diurai dengan rambut. Karena rambut itu punya pori-pori,” imbuhnya.
Ia mengatakan sisa rambut itu diolah menjadi serbuk.
Lalu dibentuk bulat-bulat, bersama gelatin atau agar-agar lalu dikeringkan hingga jadi jaring-jaring rambut (hair net).
Dari inovasi itu Ia menjadi pemenang tingkat tiga nasional sekaligus perwakilan dari Jawa Tengah yang memeroleh juara.
Ia mengaku sangat bangga.
Setelah lomba ini, Ia berencana mempublikasikan penemuannya itu dalam jurnal bersama guru pendamping dan rekan presentasinya
Kepada sesama pelajar, Ia berpesan untuk tidak lelah mencoba dan berusaha.
“Tetap semangat, kalau gagal jangan nyerah. Dijalanin terus sampai bisa. Kuncinya yakin sama yang kita mau nanti akan ada jalannya,” kata Arrinza. (nib)
Editor : Dzikrina Abdillah