ERMA Ayuningtyas menjadikan salah satu ruang rumahnya menjadi studio kerajinan rajut. Dia membuat anyaman. Produknya itu berhasil ia ekspor ke Irlandia.
Anyaman bayi, tas, dompet, gantungan kunci, berbagai boneka karakter, konektor, hingga macrame itu berjejer di ruang rajutnya.
Perempuan asal Desa Randukuning, Pati itu, memanfaatkan media sosial (medsos) untuk berjualan.
Biasanya hasil rajutan diposting di Facebook, Tokopedia, Instagram, serta TikTok.
Saat ini ia kewalahan menerima pesanan rajut sepatu bayi. Pasalnya, hasil kerajinannya dijual dengan harga berkisar Rp 50 ribu-Rp 70 ribu.
“Saya menjualnya murah. Sampai ada yang ambil banyak itu untuk dijual lagi. Pesanan ini cukup banyak," paparnya.
Tak hanya dibeli orang Pati, luar daerah juga ada. Seperti Malang, Bali, Surabaya, Kudus, Jepara, Lampung, dan lainnya.
Selain itu, ia selalu aktif memasarkan ataupun memposting di medsos. Hingga sepatu rajut bayi miliknya dilirik oleh warga negara asing (WNA).
Yaitu dari Irlandia yang memesan sekaligus 10 pasang dengan model yang berbeda.
“Di samping harganya yang masih ramah di kantong. Mungkin yang pemesan orang luar negeri itu tertariknya karena bentuk sepatu rajut bayi beraneka dan bisa custom sesuai permintaan pembeli,” jelasnya.
Wanita yang juga menjadi ibu rumah tangga itu mengaku sempat kewalahan akan pesanan yang membludak.
Karena, ia kini juga menjaga buah hatinya yang baru berusia 4 tahun tersebut.
“Saya mengerjakan rajut ini sampai kewalahan ya, karena sambil momong. Tapi untuk antisipasinya, saya juga melatih saudara untuk membantu bila mana pesanan banyak,” ujarnya.
Awal Erma memulai bisnis rajut di tahun 2019. Mulai dari belajar dan hanya memasarkan lewat postingan di Facebook. Itu pun rajut pertamanya adalah konektor masker.
“Awal itu 2019 bikin konektor masker, karena pas waktu corona virus serta banyak peminatnya dan sampai ada yang pesan 15 per orang. Saya belajar rajut itu otodidak nonton tutorial lewat YouTube,” terangnya.
Setelah konektor rajut miliknya laku, Erma melanjutkan percobaan dengan membuat tas, dompet, sepatu rajut, dan lainnya.
Namun kerajinan rajut miliknya tak sia-sia, nyatanya sampai saat ini masih banyak peminatnya.
“2019 sampai sekarang masih banyak peminatnya, dari yang muda hingga tua. Tapi dominan cewek ya, kan rajut ini simpel dan unik buat kado maupun dipakai sendiri,” paparnya.
Ibu rumah tangga yang berusia 25 tahun itu juga membagikan ilmunya lewat tutorial rajut dan diposting di akun TikTok miliknya yakni @mixemacraft98.
Postingan tersebut juga menjadi salah satu konten untuk daya tarik pembeli. (adr)
Editor : Ali Mustofa