JEPARA - Perempuan cantik bernama Igast Layli Kasuya berinisiatif mengenalkan Tari Tenun Troso dalam forum “International Competition on International Student Mobility 2024”.
Dalam forum tersebut, ia mengikuti cabang lomba tari.
Nyatanya, tidak banyak orang tahu, bahwa Jepara memiliki tarian khas kain tenun Troso.
Tak sekedar mengenalkannya kepada kalangan mahasiswa dalam negeri, Igast sekaligus mengenalkannya kepada mahasiswa mancanegara.
Seperti dari Uzbekistan, Kazakhstan, India, Mesir. Dalam forum itu, tari khas Jepara jadi lebih dikenal masyarakat dunia.
Igast Layli Kasuya mengikuti lomba tari dan modeling.
Untuk lomba tari, Igast sukses meraih juara I (winner) dan runner up untuk lomba modeling.
Ia bersaing dengan sekitar 40 peserta lain dari berbagai daerah di Indonesia dan lintas negara.
“Saat technical meeting kami diberi tau untuk menampilkan tarian tradisional masing-masing daerah. Saya langsung terpikir untuk menampilkan Tari Troso." kata Igast.
"Karena di Jepara kan ada dua, Kredajati dan Troso. Karena waktunya sedikit, saya lebih pilih Tari Troso karena gerakannya lebih sederhana,” imbuhnya.
Saat menampilkan tari, Igast mengenakan kain selendang Troso yang dipadukan dengan Kutubaru.
Ia juga memoles kuku tangannya agar terlihat lebih menarik.
Igast hanya memiliki waktu 3 minggu untuk berlatih sebelum hari-H.
Artinya Igast menyisihkan waktu 1-2 jam per hari untuk latihan menari.
Karena waktu latihan juga berbarengan dengan Ujian Akhir Semester. Meski terbatas dari segi waktu, Ia berhasil.
“Memang gerakan tari Troso ini sederhana. Inti dari gerakan itu menunjukkan proses menenun. Leher sempat terkilir saat latihan karena salah teknik. Tapi akhirnya sembuh setelah dipijat,” kata perempuan asli Bangsri ini.
Seusai perform, Ia mengakui banyak mahasiswa asing yang kepo dengan tarian Troso yang ia bawakan.
Para mahasiswa asing itu juga dibuat kagum dengan kain Troso yang Igast kenakan.
Hingga akhirnya membeli kain Troso untuk cinderamata mereka.
“Setelah saya menang, mahasiswa pada nanya. Kain apa itu kok teksturnya beda. Akhirnya pada cari tau dan beli. Mereka mahasiswa asing beli Troso untuk oleh-oleh mungkin ya, hehe. Karena mereka bilang kainnya unik,” jelas Igast yang juga merupakan Juara 2 Duta Genre Jepara 2023.
Igast merupakan mahasiswa Unisnu Jepara Program Studi Pendidikan Guru SD.
Kedepannya, Ia berencana menjadi guru SD sebagai wujud pengabdiannya untuk ilmu dan masyarakat. (nib)
Editor : Dzikrina Abdillah