JEPARA - Minimnya pengalaman untuk terjun mengikuti lomba di kancah internasional tak membuat tekad dara asal Kecamatan Mayong, Jepara, ini minder.
Sosok itu ialah Maulida Niken Ajeng Kartika, pemenang medali emas sekaligus kategori best project dalam kompetisi ASEAN Innovative Science Environment and Entrepreneur Fair 2024 (AISEEF) yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA).
Ajeng -panggilan akrabnya- bercerita, mulanya ia hanya mengikuti akun instagram official dari pihak penyelenggara lomba itu.
Tak disangka dirinya justru ditawari oleh temannya untuk bergabung dalam tim.
Dengan ikut lomba itu, dia dan timnya kemudian membuat produk berupa kartu pembelajaran menggunakan AR (augmented reality) untuk belajar numerasi.
Produk ini diperuntukkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di SDLB.
Mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muria Kudus (UMK), ini menyebut, dirinya tak mengalami kesulitan yang mendasar saat mengikuti lomba.
Baik dalam mempersiapkan diri maupun saat mengikuti lomba.
Dia menyebut hanya perlu beradaptasi, karena ini lomba kali pertama.
”Di awal pertemuan tim itu, harus adaptasi sama anggota tim. Kan ada beberapa yang dari prodi (program studi kuliah) lain. Sempat kesulitan untuk fokus saat presentasi. Termasuk pas penjurian, ngerasa deg-degan banget,” terangnya.
Tak disangka, ternyata saat pengumuman dia dan timnya mendapat medali emas sekaligus best project.
Dia mengaku, sebenarnya dia ingin ikut lomba ini dari tahun-tahun sebelumnya.
”Kebetulan ada teman yang ngajak. Ternyata nggak berekspektasi bisa sejauh itu, dapetnya (medali emas) sekaligus best project,” jelas Ajeng.
Anak dari pasangan Ahmad Umar dan Mugianti mengaku ini, tidak pernah menjelaskan jika dia mengikuti kompetisi tersebut ke orang tuanya.
Usai membawa pulang medali emas, orang tuanya cenderung tidak percaya, tapi tetap merasa bangga.
”Saat persiapan pun orang tua saya nggak tahu,” terang gadis kelahiran 21 April 2004 itu.
Ajeng menambahkan, setelah menang di lomba tersebut, orang tuanya memberikan support penuh jika dia mengikuti lomba internasional lain.
”Kemenangan lomba ini, menjadi sebuah langkah awal (untuk ikut lomba-lomba berikutnya),” imbuhnya. (put/lin)
Editor : Abdul Rokhim