Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menjiwai Alur Cerita Tarian, Sosok Maila Najwa Berhasil Menangkan lomba Tari Orek-orek dan Pergelaran Thong-tongklek

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Senin, 1 Januari 2024 | 00:17 WIB

 

Maila Najwa
Maila Najwa

MENARI seakan sudah menjadi bagian dari Maila Najwa. Dia memang sudah menekuni kesenian tersebut sejak masih SD.

Sekarang, berbagai event dan prestasi sudah berhasil ia capai.

Beberapa waktu lalu ia baru saja memenangkan lomba tari orek-orek tingkat Kabupaten Rembang.

Sebelumnya, juga pernah menang lomba saat pergelaran Thong-tongklek.

"Bersama sanggar yang saya ikuti. Sanggar Tari Mbah Joget," katanya.

"Kalau lomba individu saya pernah menjuarai juara 3 festival tari klasik virtual. Kategoti SMA/SMK umum non seni se-Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Unnes," imbuhnya.

Ketertarikannya terhadap seni tari karena dulu sering melihat pertunjukan ketoprak.

Maila merasa berminat saat melihat para penari yang berpakaian apik dan balutan make-up yang cantik.

"Ya itu pola pikir masa kecil dulu. Kalau sekarang yakin ingin berkarir di dunia seni karena seni seindah itu," ungkapnya.

Sekarang dia juga memiliki kepedulian terhadap seni.

Bagi siswi SMAN 2 Rembang itu, akan sangat disayangkan jika seni tradisional tersebut pudar seiring kurang berminatnya para generasi muda.

Sampai saat ini, Maila sudah menguasai beberapa jenis tari.

Di antaranya Gambyong Pareanom, Gambyong Pangkur, Tari Janaka Cakil, Tari Pecinan Lasem, Tari Orek-orek, Tari Dugderan, dan beberapa tari lain.

"Yang paling saya suka itu tari klasik karena butuh waktu lama untuk memahami penjiwaan yang ada dalam alur cerita tari tersebut seperti tari gambyong misalnya, di tari itu kita harus bergerak sangat halus namun tegas itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya," ujarnya.

Bagi dia, menari tidaklah sulit selama yakin. Dengan kemantapam itu bisa mengikuti seluruh arahan yang diberikan pelatih.

Proses belajar menari, kata Maila, berawal dari mengetahui jenis tari yang dipelajari, pesan apa yang disampaikan, bagaimana pembawaannya hingga ragam gerak.

Menari juga bisa sebagai olahraga sebab ada getakan pemanasan, peregangan otot, juga lari.

Bahkan terdapat gerakan jalan jongkok muter lapangan.

"Pengalaman unik lain mungkin saya pernah hampir tidak bisa bangun dari tidur karena sebelumnya saya latihan terlalu keras dan cukup berat bagi tubuh saya," jelasnya.

Latihan yang ia maksud seperti kayang dari berdiri sampai kembali berdiri.

Kemudian belajar naik ke pundak teman dengan dua kaki berdiri. (vah/war)

Editor : Ali Mustofa
#rembang #menari #tari orek orek #Thong-Thonglek #lomba