PATI - Febri Nadya Fitriana mahasiswi semester 5 Prodi PJKR Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini mulai menekuni olah raga bela diri sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Gadis yang tinggal di Desa Mustokoharjo, Pati ini sekarang menekuni olahraga tarung derajat.
Baca Juga: Tawuran Pelajar SMK di Grobogan Pecah, Satu Siswa Asal Pati Kena Bacok, Ini Identitas Korban
Baca Juga: SOSOK Erika Meysia, Penyanyi Dangdut asal Wedarijaksa Pati yang Telah Manggung Dari Panggung ke Panggung
Baginya ini olah raga yang menarik. Awalnya Nadya mengaku hanya iseng.
"Keren aja gitu kalau cewek ikut beladiri. Itung-itung bisa jaga diri apalagi bisa punya prestasi di cabor bela diri," jelas gadis yang meraih medali perak pada ajang PON XX Papua kemarin.
Baca Juga: Tawuran Pelajar SMK di Grobogan Vs SMK di Pati, Satu Orang Terluka Terkena Sabetan Celurit, Ini Kronologinya
Gadis kelahiran Pati, 3 Februari 2001 ini banyak menghabiskan waktu berlatih di rumah dan di tempat latihan di Pati meskipun intensitasnya tidak tinggi.
Nadya memulai gabung tarung derajat pada 2016.
Pertama gabung, Nadya langsung diajarkan teknik dasar.
"Waktu itu Pelatih sudah nyuruh saya sama temen saya buat main seni gerak beregu. 2017 diikutkan seleksi Popnas, tapi tidak jadi main Popnas karna pada saat itu nomor senigeraknya tidak di pertandingkan," paparnya.
Baca Juga: Akhirnya Pecah Telur, Persipa Pati Sukses Gunduli Persekat Tegal dengan Skor 3-0
Lebih lanjut, pada 2017 Nadya ikut Pra Porprov.
Dari situlah awal mulai merintis jadi atlet, mulai latihan tiap hari pagi dan sore. Akhirnya lolos bisa ikut Porprov 2018 Surakarta.
"Dari awal tahun 2018 sudah mulai memperbaiki kekurangan tehnik, mulai menata fisik, gerakan, kekompakan soalnya kan nomor senigerak beregu.
Alhamdulillah 2018 Porprov saya sama team seni gerak saya bisa pulang bawa emas. Dari situ lah awal mula saya merasakan pertandingan di nasional," jelasnya.
Di seleksi di Jawa Tengah 2019, Nadya mulai masuk pelatda untuk ikut Pra-PON. Mental, fisik, tehnik benar-benar dilatih di Jawa Tengah. (aua/him)
Editor : Abdul Rokhim