Perempuan kelahiran 2007 ini mengaku sering mendapat momen ragu saat tanding. "Feeling melempar saat pertandingan kadang hilang, apalagi kadang nervous jadi ngeblank," ungkap Najicha kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Padahal, fokus sangat penting baginya. Terlebih saat pertandingan. Ia tahu, dengan sering introspeksi diri keraguan itu mulai bisa teratasi. "Cara mengatasinya, harus tahu apa yang salah dengan saya dan harus tahu kesalahan apa yang pernah saya perbuat (saat tanding)," kata Najicha, yang juga akan mewakili Jawa Tengah dalam Kejuaraan Nasional Petanque itu.
Ia juga masih belajar membagi waktu. Antara les, latihan, dan sekolah.
Ia sendiri sudah beberapa kali mendapat juara Petanque. Tingkat kabupaten hingga provinsi. Tahun ini saja, ia telah empat kali juara. Juara 1 Double Putri POPDA Jawa Tengah, Juara 1 Shoting Kejuaraan Kabupaten, Juara 1 Single Putri Kejuaraan Kabupaten, dan baru saja juara 3 Double Putri Kejuaraan Kabupaten.
Selain itu, Ia mengerti betul perjuangannya harus mengorbankan banyak hal. Saat latihan, ia sering merasa lelah. Terkadang ia juga ingin memiliki waktu bermain seperti temannya yang lain. Namun ia sadar bahwa menjadi atlet tidak mudah. Perjuangannya harus luar biasa. "Orang lain belum tentu bisa mencapainya," kata Najicha.
Ia bersyukur bisa memiliki support sistem orangtua yang sangat baik. Ia juga diberikan guru private Petanque.
Siswi SMA N 1 Jepara ini ingin membuat orangtuanya bangga. Saat hendak mengeluh, ia merasa malu. Sebab orangtuanya selalu mendukung Najicha hingga titik ini. Sehingga ia bertekad untuk bekerja lebih keras lagi. Agar nanti hasilnya bisa lebih maksimal. (nib/him) Editor : Ali Mustofa