Dia menciptakan lagu Islami dengan judul Maharani. Judul tersebut merupakan akronim dari Mari Hargai Perbedaan Ini. Lagu tersebut terinspirasi dari keresahannya melihat lingkungan sekitar yang kurang memiliki rasa saling menghargai.
”Dari lagu itu memberikan pesan agar perbedaan yang ada bukanlah suatu penghalang untuk hidup damai berdampingan,” katanya.
Kurang lebih dia menghabiskan dua pekan (akhir Juli sampai awal Agustus) untuk proses pembuatan lagu, dari pembuatan lirik, penempatan nada, menyelaraskan instrumen dengan keyboard hingga record.
“Semoga lagunya nanti bisa didengarkan lebih banyak orang dan ajakan saya bisa tersampaikan,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, lombanya sendiri dilaksankan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Kamis (11/8) lalu. Pesona I PTKN 2022 diikuti PTKN se-Indonesia yang terdiri dari 24 UIN, 29 IAIN, 5 STAIN dan 4 PTKN lainnya.
Maharani mengaku senang atas peraihan medali perunggu pada karyanya itu. Sebelumnya, dia berhasil masuk final yang terdiri dari enam peserta yang dipilih oleh dewan juri dari 33 peserta yang mengikuti cabang lomba cipta lagu islami. (ark/zen) Editor : Ali Mustofa