”Saya buat konten di Tik-Tok, Instagram, dan juga Youtube. Kontennya soal make up. Sesuai hobi saya berdandan,” terang mahasiswi IAIN Kudus ini.
Gadis kelahiran 1999 ini mulai menekuni sebagai konten kreator sejak 2018. Namun saat itu masih coba-coba dan mulai serius dan konsisten berkarya sejak awal tahun 2019 kemarin.
”Kalau konten di Youtube keuntungannya dapat uang dari adsense, kalau Instagram atau Tik-tok keuntungannya diajak kerja sama sama brand, atau biasa disebut endorse. Sudah lumayan sih. Bisa mengais rezeki dari hobi ini,” jelas Nisa.
Nisa mengaku sangat menikmati aktivitasnya ini. Selain karena bisa menghasilkan rupiah juga bisa menyalurkan hobinya tersebut.
”Dengan bikin konten bisa berpenghasilan. Dapat free makeup atau skincare dari brand yan ngajakin kerja sama juga, Alhamdulillah lumayan,” imbuhnya.
Namun tidak selamanya jadi konten kreator itu menyenangkan. Nisa juga kerap kali merasa sedih. Hal itu pernah dialaminya saat sudah total membuat video tapi penontonnya sedikit.
”Bikin video sudah pengeluaran banyak buat konten ternyata view sedikit itu sedihnya. Tapi itu memang sudah konsekuensinya, kalau bikin video ya ada yang viewer banyak ada juga yang sedikit. Jadi tidak bisa ditebak,” kata Nisa. (aua/zen) Editor : Ali Mustofa