KUDUS – Bonsai santigi yang menjadi salah satu peserta Kontes dan Pameran Bonsai Nasional Piala Bupati Kudus 2025 viral. Sebab, rumor yang berkembang bonsai itu, dibanderol seharga Rp 800 juta.
Setelah melewati proses penjurian, bonsai milik Gunawan asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, itu, berhasil meraih gelar best in show alias juara umum. Bonsai tersebut di Kontes dan Pamnas Kudus 2025 itu, masuk di kelas Madya.
Itu merupakan kelas tertinggi di ajang ini. Di bawahnya ada kelas pratama dan kelas prospek atau bahan.
Di kontes dan Pamnas bonsai Kudus yang digelar di Balai Jagong, kompleks Stadion Wergu Wetan, Kudus, ini, diikuti 555 pohon bonsai. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai Minggu hingga Selasa (19-28/10). Tak hanya kontes, tapi juga ada 16 stan yang menjual bonsai.
Selain kontes dan stan bursa bonsai, juga ada materi pelatihan dengan sasaran anak-anak sekolah.
Yohan mengatakan, mengenalkan bonsai itu lebih sejak dini. Karena, bonsai itu sepanjang masa. Usia bonsai semakin tua semakin menawan dan harga selangit.
”Yang ikut kontes harga bonsai bisa sampai Rp 500 jutaan. Untuk yang dijual di stan ring harga Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu. Kami berharap acara bonsai dengan tingkat nasional ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, siapa tahu tertarik untuk mempejari tentang bonsai,” ungkapnya.
Sementara itu, bonsai santigi bergelar best in show milik Gunawan asal Kabupaten Rembang, Jateng, itu, setelah juara kini harganya tembus Rp 1 miliar.
Bagi yang belum tahu bonsai, ini seolah-olah harga yang asal-asalan dan sekadar cari sensai. Namun, di kalangan pebonsai, harga tergantung kualitas bonsai itu sendiri.
Tak ada istilah cari sensasi. Layaknya karya seni yang lain. Toh membentuk bonsai seperti itu, harus butuh kesabaran ekstra dalam pembentukan dan perawatan. (lin)
Editor : Mahendra Aditya