RADAR KUDUS - Olahraga lari kian menjadi pilihan favorit masyarakat dari berbagai kalangan sebagai sarana menjaga kebugaran tubuh.
Meski mudah dilakukan, pemilihan sepatu yang tepat menjadi faktor penting guna mencegah cedera dan meningkatkan kenyamanan saat berlari.
Sayangnya, harga sepatu lari yang cukup tinggi kerap menjadi kendala bagi pelari pemula.
Namun, menurut dr. Tirta Mandira Hudhi dokter sekaligus pelari aktif dan pecinta sneakers, sepatu lokal dengan harga terjangkau juga mampu memberikan performa yang layak untuk kebutuhan lari, baik jarak pendek maupun panjang.
Dalam sebuah kesempatan dr. Tirta membagikan sejumlah rekomendasi sepatu lari lokal berkualitas tanpa harus menguras kantong.
1. Ortuseight Hyperblast 2.0 – Nyaman di Segala Medan
Dibanderol sekitar Rp600 ribuan, Ortuseight Hyperblast 2.0 menjadi sepatu andalan dr. Tirta untuk aktivitas lari harian.
Sepatu ini dilengkapi teknologi Ortflow yang memastikan sirkulasi udara tetap optimal.
Sementara itu, kombinasi teknologi Cumulus Foam dan Ortshox di bagian midsole memberikan perlindungan dari benturan.
Midsole berbahan compression phylon membantu menjaga stabilitas saat berlari, sedangkan outsole karet keras menjamin daya cengkeram kuat di berbagai permukaan.
2. Specs Coanda – Ringan dan Responsif
Specs Coanda ditawarkan dengan harga yang sama, sekitar Rp600 ribuan. Sepatu ini dirancang dengan material ringan dan berpori, cocok untuk pelari cepat dan aktivitas lari jarak jauh.
Midsole mengusung teknologi Substance1 yang memberi respons maksimal di setiap langkah, sementara outsole berbahan all-terrain rubber membuatnya tangguh di segala kondisi lintasan.
3. Mills Enermax Dynaplate – Empuk untuk Jarak Jauh
Diperuntukkan bagi pelari jarak jauh, Mills Enermax Dynaplate hadir dengan bantalan empuk dan upper berbahan mesh yang breathable.
Midsole-nya dirancang untuk memberikan kenyamanan saat menempuh jarak panjang.
Tambahan TPU plate juga membantu meningkatkan stabilitas selama berlari. Sepatu ini juga tersedia dengan harga sekitar Rp600 ribuan.
4. Ardiles Nfinity Flash – Gaya Menarik, Performa Tangguh
Dengan harga lebih ekonomis di kisaran Rp450 ribuan, Ardiles Nfinity Flash menawarkan desain yang stylish sekaligus fungsional.
Material Flash Speed memberikan sensasi lari yang ringan dan cepat, sedangkan teknologi Neo Foam+ pada bantalan membantu meredam tekanan pada telapak kaki.
Sepatu ini juga mendapat nilai plus dari sisi durabilitasnya.
5. 910 Geist Ekiden – Murah Tapi Serius
Untuk pelari yang mencari opsi ekonomis, 910 Geist Ekiden yang dijual sekitar Rp400 ribuan bisa menjadi pilihan.
Sepatu ini menggunakan upper single mesh transparan yang ringan dan breathable, serta teknologi Hyper Web yang menjaga kestabilan kaki tanpa menambah bobot.
Penggunaan bahan polyester membuatnya tangguh untuk berbagai kondisi lari, baik 5K maupun 20K.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Sepatu Lari Hoka Untuk Kaki Lebar
Edukasi Tentang Sepatu Lari: Max Cushion Bukan Sekadar Empuk
Dalam kesempatan yang sama, dr. Tirta memberikan edukasi penting soal mitos seputar sepatu lari. Ia menegaskan bahwa sepatu “empuk” belum tentu ideal untuk digunakan dalam aktivitas lari.
Menurutnya, jenis sepatu yang tepat adalah max cushion shoes—yaitu sepatu dengan bantalan tebal yang mampu meredam getaran, namun tetap responsif dan tidak lembek.
“Sepatu lari itu nggak boleh empuk. Max cushion dan empuk itu beda. Kalau empuk, dia lambat kembali ke bentuk semula dan justru bisa membuat otot telapak kaki melemah karena beban diserap semua. Nah, itu bisa bikin kita lebih rentan kena ankle twist,” ungkapnya.
Sepatu dengan teknologi supercritical foamed EVA, menurutnya lebih direkomendasikan karena lebih tahan lama dan nyaman digunakan untuk aktivitas harian maupun pelari pemula.
Lebih lanjut, dr. Tirta juga menegaskan bahwa orang dengan kondisi medis seperti osteoporosis, plantar fasciitis, atau osteoarthritis bisa tetap berolahraga lari dengan catatan menggunakan sepatu yang tepat.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sepatu Lari On Cloud, Pendatang Baru yang Naik Daun
Max cushion shoes disebut sebagai pilihan paling aman, meski kurang cocok untuk kecepatan tinggi karena daya pantulnya yang rendah.
Mitos Obesitas dan Lari: Boleh, Asal dengan Pendekatan Tepat
Salah satu pernyataan penting lainnya dari dr. Tirta adalah pembelaannya terhadap pelari dengan berat badan berlebih. Ia membantah mitos bahwa orang obesitas tidak boleh berlari.
“Banyak mitos yang mengatakan orang obesitas jangan langsung lari. Sebenarnya boleh, asal dia melakukan penguatan otot kaki kayak leg day, squat, deadlift, calf raises, dan pakai sepatu yang proper. Kalau pakai sepatu yang salah, beban ke lutut jadi dobel karena kena aspal langsung,” jelasnya.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Sepatu Lari Pilihan dr. Tirta. dijamin Top
Oleh karena itu, ia menyarankan para pemula, khususnya yang overweight, untuk menjalani latihan penguatan otot dan memilih sepatu yang sesuai sebelum mulai berlari secara intensif.
Kombinasi antara diet sehat, latihan kekuatan, dan penggunaan sepatu yang tepat menjadi kunci keberhasilan dalam menjalani olahraga lari secara aman dan berkelanjutan. (*)
Editor : Ali Mustofa