RADAR KUDUS – Di dunia fotografi siapa yang nggak kenal merek Canon dan Nikon. Apalagi dengan kamera DSLR yang berbodi besar nan gagah ikonik itu.
Namun, sejarah perfotografian tercipta pada tahun ini. Tepatnya pada Juli lalu, Nikon menghentikan produki kamera DSLR. Padahal kamera itu, telah diproduksi Nikon sejak 63 tahun silam.
Nikon pun fokus untuk mengembangkan kamera model Z mount mirrorless. Seperti Z6, Z50, dan kamera yang baru diluncurkan, Z9 sebagai unggulan.
Keputusan menghentikan produksi kamera DSLR ini, juga diambil pesaing ketat Nikon, yaitu Canon. Pabrikan kamera terpopuler itu, telah mengabarkan bahwa EOS-1DX Mark III akan menjadi kamera DSLR unggulan terakhir.
Jika kedua pabrikan kamera tersohor itu, tahun ini bakal lebih fokus dengan tipe mirrorless, Sony telah fokus pada kamera mirrorless terlebih dulu. Yakni pada 2021 lalu.
Sebenarnya, fotografer profesional banyak yang lebih memilih DSLR karena punya sejumlah keunggulan. Terutama fotografer sport.
Di antatanya soal kecepatan. Itu yang menjadi alasan utama. Kamera jenis DSLR ini, memiliki sensor autofokus khusus di bawah cermin.
Sensor di kamera DSLR ini sangat cepat. Dengan begitu, memungkinkan untuk memotret secara berturut-turut dengan cepat. Juga dengan fokus akurat.
Misalnya, Canon 1DX III yang bisa memotret hingga 16 fps (frame per second) dengan kondisi AF dan auto exposure aktif.
Alasan lain, fotografer lebih nyaman membidik objek lewat viewfinder optical. Sebab, tampilan subjek yang dibidik memang nyata apa adanya. Tidak deperti tampilan layar elektronik buatan yang ada pada mirrorless.
Alasan besar lainnya, daya tahan baterai. Kamera DSLR punya ketahanan batre yang jauh lebih lama dibanding mirrorless. Sebab, di antara pemakaian viewfinder optical tak menggunakan elektrik. Beda dengan layar elektronik buatan.
Kamera DSLR juga dirancang dengan bodi berat dan pegangan besar. Tujuannya, agar stabil saat pemotretan. Khususnya untuk lensa tele berukuran besar. Biasanya dipakai fotografer olahraga dan alam liar.
Kamera jenis DSLR ini, juga punya tombol dan tuas. Tujuannya, memudahkan dalam pengoperasian.
Namun ternyata, semua keunggulan itu, saar ini sudah dapat dijawab oleh kamera tipe mirrorless generasi terbaru. Permasalahan utama, yakni mengenai viewfinder juga disebut-sebut telah selesai.
Sebab, kamera generasi terbaru keluaran Sony, Nikon, dan Canon telah memiliki layar OLED cepat dan tajam.
Dengan peralihan refresh rate mulus pada setidaknya 120Hz hingga 240Hz. Dengan begitu, kondisi nyata pada subjek bisa terefleksikan pada layar elektronik buatan itu.
Terutama soal kecepatan, mirrorless sekarang sudah memakai sensor bertumpuk, sehingga pembacaan atau auto fokus jauh lebih cepat.
Selain itu, kamera mirrorless dengan sensor tumpuk ini, bisa memotret terus-menerus atau rapid burst shooting dengan autofokus tetap akurat. (lin)
Editor : Noor Syafaatul Udhma