KUDUS - Film terbaru garapan Hayao Miyazaki yang berjudul The Boy and the Heron dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 13 Desember 2023 nanti.
Jadwal penayangan tersebut diumumkan bersamaan dengan unggahan trailer film terbaru Studio Ghibli tersebut. Film ini disutradarai oleh Hayao Miyazaki sendiri.
Adapun yang menjadi pengisi suara pemeran utama film Ghibli berjudul The Boy and The Heron ini adalah Soma Santoki.
Ia adalah seorang aktor yang berusia 18 tahun dan mulai aktif di industri perfilman Jepang sejak tahun 2016.
Santoki tidak sendirian, ia juga ditemani oleh sejumlah aktor papan atas Jepang yang turut membintangi film tersebut. Antara lain yaitu Masaki Suda, Kou Shibasaki, Yoshino Kimura, sampai dengan solois bernama Aimyon.
Selain itu, The Boy and the Heron juga diramaikan oleh Keiko Takeshita, Jun Fubuki, Sawako Agawa, Shinobu Otake, dan Takuya Kimura.
Penyanyi bernama Kenshi Yonezu ditawarkan mengisi lagu tema untuk film The Boy and the Heron.
Lagu tema tersebut berjudul Chikyuugi atau Globe. Sementara itu, Joe Hisaishi kembali menyumbangkan musik untuk film tersebut.
Film ini tayang perdana di Jepang pada bulan Juli 2023, dan kemudian ditayangkan secara global untuk pertama kalinya dalam Toronto International Film Festival tahun 2023.
The Boy and the Heron ini merupakan hasil adaptasi lepas dari novel "How Do You Live" karya dari Genzaburo Yoshino, yang terbit pada tahun 1937 silam.
Studio Ghibli tidak melakukan promosi pada saat film tersebut tayang di Jepang seperti film-film yang sebelumnya.
Mereka hanya merilis sebuah poster promosi yang mana di dalam poster tersebut menampilkan potret seekor burung.
Film ini memiliki latar belakang waktu pada saat masa perang dunia ke-2, menceritakan tentang petualangan seorang tokoh utama yaitu anak laki-laki bernama Mahito Maki yang menjelajahi dunia fantasi.
Petualangan dalam film tersebut dimulai setelah ibunya meninggal. Sang ibu meninggal karena terbunuh akibat pengeboman yang terjadi di Tokyo.
Setelah ibunya tersebut meninggal, ayahnya Mahito kemudian menikah lagi dengan adik dari mendiang ibunya, Natsuko. Mereka kemudian memutuskan untuk pindah keluar kota. Suatu hari, Mahito tiba-tiba bertemu dengan bangau berwarna biru yang bisa berbicara.
Mahito dijanjikan bisa bertemu lagi dengan ibunya sekali lagi apabila mereka pergi ke menara yang berada di dekat tempat tinggalnya yang dahulu sudah ditinggalkan.
Di sinilah perjalanan Mahito dimulai di dunia yang penuh fantasi, Mahito akan bertemu dengan berbagai hal unik yang sebelumnya belum pernah ia temukan.
Toshio Suzuki selaku salah satu produser film tersebut mengungkapkan bahwa film The Boy and the Heron menghabiskan lebih banyak dana daripada film-film yang terdahulu.
Salah satu fakta menarik dari pembuatan film The Boy and the Heron ini yaitu proses pembuatannya yang ternyata memakan waktu yang cukup lama, yaitu dimulai sejak tahun 2016 lalu.
Walaupun film ini memakan waktu lama dan juga menghabiskan banyak dana, namun The Boy and the Heron berhasil mencuri perhatian banyak orang khususnya bagi penggemar film ghibli dan juga para penggemar anime. (sal)
Editor : Kholid Hazmi