GROBOGAN – Keseriusan pemerintah dalam memperkuat pertahanan wilayah kembali terlihat.
Tim dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) turun langsung meninjau lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 88 Satria Ki Ageng Selo di Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan.
Tim Kemenhan yang dipimpin Pusat Konstruksi (Puskon) Kemenhan, Kolonel Czi Sulistyo Gunawan, memastikan langsung kesiapan lahan agar sesuai standar teknis, operasional, dan strategis pertahanan.
Tak sekadar melihat di atas kertas, Kolonel Sulistyo bersama tim menyusuri batas-batas lahan secara langsung.
Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari kontur dan elevasi tanah, sistem drainase alami, akses keluar masuk kendaraan, potensi genangan air, kelayakan lingkungan sekitar.
Seluruh aspek tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan pembangunan markas batalyon.
“Lokasi pembangunan Yonif TP harus memenuhi beberapa aspek, di antaranya aspek strategis, taktis, teritorial, lingkungan, dan aksesibilitas,” tegas Kolonel Sulistyo.
Menariknya, diskusi tidak hanya dilakukan internal bersama tim Kemenhan dan Kodim 0717/Grobogan, tetapi juga melibatkan pihak Perhutani setempat serta masyarakat sekitar.
Setelah melakukan survei dan dialog, Kolonel Sulistyo menyatakan bahwa lokasi di Desa Kalimaro dinilai sangat tepat.
“Setelah kami berkeliling meninjau lokasi dan berdiskusi dengan Tim Kemenhan, pihak Perhutani, Kodim 0717/Grobogan, dan terutama masyarakat sekitar, lokasi ini sudah sangat tepat dan memenuhi seluruh aspek,” ujarnya.
Tak main-main, Kemenhan juga membawa dua konsultan perencanaan guna memperkuat tahapan survei.
Mereka melakukan pengukuran ulang serta pengambilan dokumentasi darat dan udara sebagai bahan perencanaan teknis lanjutan.
Langkah ini menunjukkan pembangunan Yonif TP 88 Satria Ki Ageng Selo bukan proyek biasa, melainkan bagian dari strategi besar penguatan pertahanan wilayah.
“Survei dan orientasi lapangan ini merupakan tahapan strategis dalam mendukung program pembangunan kekuatan pertahanan wilayah melalui pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan. Karena itu, perlu pengawalan dan koordinasi yang melekat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (int)
Editor : Ali Mustofa