Baca Juga : Dua Siswa MTS di Purwodadi Ikuti Ujian Susulan usai Tunggak Uang Makan, Ini Kata Kemenag
Kepala Desa Tlogotirto Tri Adi Saputro saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus membenarkan soal nbentrokan yang terjadi di wilayah desanya tersebut. Dampaknya beberapa rumah warga dan mobil rusak terkena lemparan batu.
Lebih lanjut, ia menuturkan, kejadian bermula saat salah satu perguruan silat mengadakan acara halalbihalal.
Di tengah berlangsungnya acara tersebut, tiba-tiba datang anggota perguruan silat lain. Karena itulah akhirnya terjadi kesalahpahaman yang berujung pemukulan salah satu anggota peruguan silat tersebut.
Tidak terima temannya dipukuli, para anggota perguruan silat lain pun akhirnya berdatangan. Setelahnya, bentrok pun pecah di Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus.
Nampak, mereka saling lempar batu, sehingga merusak rumah dan mobil milik warga. Selain itu, lalu lintas juga sempat macet akibat kejadian itu.
"Tadi ada gesekan antara dua perguruan silat. Sebelumnya ada halalbihalal di Desa Kuwu," katanya.
Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Grobogan Ipda Teddy Hernomo menerangkan, dengan adanya bentrokan itu pihaknya pun bergerak cepat membubarkan bentrokan tersebut. Sehingga situasi pun dapat segera dikondisikan.
"Alhamdulillah bisa ditangani petugas dari polsek setempat. Saat ini kondisi aman dan kondusif," ujarnya pada Senin (8/5).
Meski demikian, usai bentokan, sejumlah polisi nampak masih berjaga di sejumlah titik untuk mencegah tawuran kembali pecah.
Pihaknya juga mengimbau kepada perguruan silat untuk menjaga diri dan tidak mudah percaya dengan segala bentuk provokasi yang bisa menimbulkan gesekan.
"Jangan mudah terhasut, jangan mudah terprovokasi. Mari jaga kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Grobogan," katanya. (tos/khim) Editor : Abdul Rokhim