Angin Puting Beliung Terjang Dua Desa di Grobogan, Lima Rumah Rusak hingga Roboh

Sirojul Munir • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 09:14 WIB
ROBOH – Anggota Polsek Kradenan di rumah warga Desa Bago Kecamatan Kradenan meninjau rumah warga roboh karena diterjan angin putting beliung.
ROBOH – Anggota Polsek Kradenan di rumah warga Desa Bago Kecamatan Kradenan meninjau rumah warga roboh karena diterjan angin putting beliung.

 

GROBOGAN – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan puting beliung melanda sejumlah wilayah Kabupaten Grobogan.

Akibatnya, lima rumah warga di Desa Bago, Kecamatan Kradenan, dan Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan, mengalami kerusakan. Bahkan, dua rumah di antaranya roboh hingga rata dengan tanah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/11/2026). Meski menyebabkan kerusakan bangunan cukup parah, kejadian di dua desa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp107 juta.

Di Desa Bago, Kecamatan Kradenan, terdapat empat rumah warga yang terdampak terjangan angin kencang. Rumah milik Rebo Diono, 54, warga Dusun Pilanglengkung, mengalami kerusakan paling parah hingga roboh.

Bangunan berbentuk limasan dan rumah kampung berbahan kayu jati tersebut diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp80 juta.

Sementara itu, tiga rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap dan teras. Masing-masing rumah milik Ismono, 55, mengalami kerusakan atap dengan kerugian sekitar Rp1 juta. Kemudian rumah Bambang, 56, mengalami kerusakan atap teras dengan kerugian Rp3 juta. Sedangkan rumah Agus Sulistiono, 57, mengalami kerusakan pada bagian atap berbahan asbes dengan kerugian sekitar Rp3 juta.

Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo mengatakan, kejadian tersebut diketahui setelah seorang warga melihat rumah milik Rebo Diono roboh diterjang angin kencang. Informasi itu kemudian disampaikan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Kradenan.

Petugas selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta pendataan rumah warga yang terdampak.

"Dalam kejadian ini, terdapat empat rumah warga yang terdampak. Satu rumah mengalami kerusakan berat hingga roboh, sementara tiga rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap dan teras. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp87 juta," ujarnya.

Sementara itu, kejadian serupa terjadi di Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan. Sebuah rumah milik Karsini, 67, seorang petani warga Dusun Karangwader, roboh setelah beberapa kali diterjang hujan deras dan angin puting beliung.

Sebelum ambruk, kondisi bangunan rumah korban sebenarnya sudah mengalami kemiringan sejak diterjang cuaca buruk pada Senin (2/11/2026). Kondisi tersebut semakin parah setelah kembali diterjang angin kencang pada Selasa malam.

Puncaknya, pada Rabu siang, seorang warga mendengar suara gemuruh dari arah rumah korban. Saat diperiksa, bangunan tersebut sudah roboh. Warga kemudian berteriak meminta pertolongan dan bersama-sama melakukan pencarian terhadap korban.

Beruntung, Karsini berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di luar bangunan. Warga selanjutnya bergotong royong membersihkan material kayu dan bagian rumah yang berserakan.

Kapolsek Penawangan IPTU Ali Sofan menjelaskan, rumah korban berbentuk limasan dengan konstruksi kayu campuran mahoni dan bambu. Dindingnya terbuat dari papan kayu dan anyaman bambu, sedangkan bagian atap menggunakan genteng tanah liat.

Menurutnya, sebagian material penyangga bangunan juga sudah mengalami kerusakan akibat faktor usia. Kondisi tersebut membuat bangunan semakin rentan ketika diterjang cuaca ekstrem.

"Rumah milik korban mengalami kerusakan setelah beberapa kali terdampak hujan deras disertai angin puting beliung, hingga akhirnya roboh pada hari ini," jelasnya.

Kerugian akibat robohnya rumah Karsini diperkirakan mencapai Rp20 juta.

Kedua kapolsek tersebut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat memasuki periode cuaca ekstrem. Warga diminta rutin memeriksa kondisi bangunan, terutama bagian atap, dinding, dan tiang penyangga.

Masyarakat juga diminta segera mencari tempat berlindung yang aman ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang. Terlebih, jika ditemukan tanda-tanda bangunan berpotensi roboh, seperti dinding retak, tiang miring, maupun atap yang mulai bergeser.

"Kami mengingatkan masyarakat agar keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan diri bertahan di dalam rumah apabila kondisinya sudah tidak aman," pungkasnya.(mun)

 

Editor : Sirojul Munir
Lima Rumah Rusak Dua Rumah Roboh Diterjang Angin Kencang Desa Bago Kecamatan Kradenan Desa Karangwader Kecamatan Penawangan polsek kradenan