GROBOGAN – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Grobogan bersama warga menggelar ziarah leluhur ke sejumlah makam masyayih dan tokoh penyebar agama Islam di Grobogan, Minggu (18/10).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri yang mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas dengan semangat “Menguatkan Akar Tradisi Menjaga Keutuhan Negeri”.
Sejumlah makam yang diziarahi di antaranya Ki Ageng Tirto di Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari, makam Syekh Subakir Maulana Habibullah di Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, serta makam para masyayih di Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan.
Ketua Panitia Hari Santri Grobogan Ali Anwar mengatakan, ziarah leluhur tersebut bertujuan menghormati jasa para masyayih yang telah menyebarkan agama Islam di Grobogan. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum mengenang perjuangan para pendahulu yang meletakkan fondasi tradisi keislaman di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta menggelar doa bersama serta membaca tahlil dan tahmid di makam para leluhur.
”Ziarah menjadi pengingat bagi kalangan santri agar tidak melupakan akar sejarah dan tradisi yang diwariskan para ulama,” kata Ali Anwar.
Menurutnya nilai perjuangan para pendahulu diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang dalam menjaga agama, persatuan, dan keutuhan bangsa.
Rangkaian Hari Santri Grobogan selanjutnya akan diisi upacara peringatan HSN di Alun-Alun Purwodadi pada Kamis (22/10). Kegiatan tersebut direncanakan diikuti ribuan santri dari berbagai pondok pesantren.
Agenda berikutnya adalah istigasah yang dijadwalkan berlangsung Jumat (23/10) pukul 20.00 di Pendapa Kabupaten Grobogan.
”Kami berharap peringatan Hari Santri tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum ini diharapkan memperkuat kecintaan santri terhadap tradisi, sekaligus meneguhkan peran mereka dalam menjaga kerukunan dan membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” terang dia. (mun)
Editor : Sirojul Munir