Lima Titik Rel di Grobogan Rawan Banjir, KAI Siaga Jelang Musim Hujan

Intan Maylani • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:03 WIB
MENGECEK: Kai Daop 4 Semarang saat mengecek perlintasan kereta rawan banjir.
MENGECEK: Kai Daop 4 Semarang saat mengecek perlintasan kereta rawan banjir.

GROBOGAN – Lima titik jalur kereta api di Kabupaten Grobogan menjadi perhatian khusus PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menjelang musim hujan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan mengatakan, ancaman banjir, genangan air, hingga gerusan tanah yang berpotensi mengganggu kestabilan rel menjadi fokus pengawasan untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

KAI Daop 4 Semarang meningkatkan pemantauan di lima lokasi yang masuk kategori Daerah Pantauan Khusus (Dapsus).

"Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan prasarana sejak dini, terutama ketika hujan deras memicu peningkatan debit air di sekitar jalur rel," ungkapnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi musim penghujan.

Sebab, aliran air yang deras berpotensi mengikis tanah penyangga rel dan memicu perubahan kondisi badan jalan kereta api.

“Wilayah Grobogan menjadi salah satu perhatian kami dalam menghadapi musim penghujan.

Pemantauan dilakukan secara intensif untuk memastikan kondisi jalur tetap terjaga, khususnya pada lokasi yang berpotensi terdampak banjir, genangan, maupun gerusan air yang dapat memengaruhi kestabilan tanah di sekitar jalur kereta api,” ujar Luqman.

Adapun lima titik Dapsus yang menjadi perhatian KAI berada di sejumlah petak jalur kereta api.

Lokasi pertama adalah Jembatan 46 di KM 21+918, petak Brumbung–Tegowanu.

Berikutnya, Jembatan 59 di KM 27+8/9 pada petak Tegowanu–Gubug dan KM 32+5/7 pada petak Gubug–Karangjati.

Kemudian, dua titik lainnya berada di KM 22+700/750 pada petak Brumbung–Tanggung serta rentang KM 25+800 hingga KM 29+200 pada petak Tanggung–Kedungjati.

"Kelima lokasi tersebut mendapat perhatian karena kondisi cuaca ekstrem dan peningkatan debit air dapat memicu gangguan pada prasarana," jelasnya. 

Gerusan air, misalnya, dapat mengikis material tanah penyangga sehingga berpotensi menyebabkan penurunan permukaan atau perubahan kestabilan badan jalan rel.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, KAI melakukan pemeriksaan terhadap berbagai komponen prasarana, mulai dari rel, bantalan, balas, badan jalan rel, lereng, dan talud hingga saluran drainase, gorong-gorong, serta bangunan pendukung lainnya.

Kondisi tanah di sekitar jalur juga dipantau untuk mendeteksi indikasi penurunan permukaan, pengikisan material penyangga, maupun perubahan kondisi prasarana akibat aliran air.

Pemeriksaan ini menjadi langkah awal untuk menentukan penanganan teknis yang diperlukan.

Tak berhenti pada pemantauan, KAI Daop 4 Semarang juga menyiapkan langkah mitigasi di lapangan.

Upaya tersebut meliputi normalisasi saluran drainase dan gorong-gorong, pembersihan endapan lumpur serta material yang menghambat aliran air, hingga pemeliharaan badan jalan rel berdasarkan hasil evaluasi teknis.

Area yang terdampak gerusan air ditangani sesuai kondisi lapangan untuk menjaga kestabilan prasarana.

Kesiapan petugas, material, dan peralatan pendukung juga terus dipastikan guna mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat selama musim hujan.

Luqman menegaskan, keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama.

Karena itu, setiap indikasi gangguan prasarana akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan evaluasi teknis.

“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama. Karena itu, setiap indikasi gangguan prasarana akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan evaluasi teknis.

Apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, langkah pengamanan operasional akan dilakukan sesuai ketentuan keselamatan yang berlaku,” tegasnya.

Selain memperkuat pengawasan internal, KAI juga mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan prasarana perkeretaapian.

Warga diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu jalur rel dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi jalur terdampak banjir, genangan, atau indikasi tanah tergerus.

Melalui pemantauan intensif, mitigasi risiko, dan pemeliharaan prasarana secara berkelanjutan, KAI Daop 4 Semarang berupaya menjaga keandalan jalur kereta api di Grobogan.

Kesiapsiagaan ini diharapkan mampu mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca, sekaligus memastikan perjalanan kereta api tetap selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan. (int)

Editor : Intan Maylani
grobogan banjir jalur kereta api KAI Daop 4 Semarang