Diantar Ribuan Pendukung Suprapto Daftar Cakades Kenteng

Sirojul Munir • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:48 WIB
DUKUNGAN WARGA – Cakades Desa Kenteng Suprapto diantar ribuan warga dengan berjalan kaki dan pawai sepeda motor saat mendaftar di panitia Pilkades Desa Kenteng, Kecamatan Toroh, Kamis (15/10)
DUKUNGAN WARGA – Cakades Desa Kenteng Suprapto diantar ribuan warga dengan berjalan kaki dan pawai sepeda motor saat mendaftar di panitia Pilkades Desa Kenteng, Kecamatan Toroh, Kamis (15/10)

 

GROBOGAN – Pendaftaran calon kepala desa (cakades) Kenteng, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, berlangsung meriah, Kamis (15/10). Cakades Suprapto datang ke balai desa untuk mendaftarkan diri dengan diantar sekitar dua ribu pendukung yang berjalan kaki dari ujung timur desa.

Rombongan bertolak dari Dusun Turi, wilayah paling timur Desa Kenteng. Iringan hadrah dan lantunan selawat mengiringi perjalanan massa menuju balai desa. Kehadiran ribuan pendukung tersebut menjadi bagian dari dinamika menjelang pemilihan kepala desa (pilkades) Kenteng. Rombongan sampai pada pukul 08.00 WIB.

Suprapto mengaku bersyukur proses pendaftaran berjalan lancar. Seluruh persyaratan yang dibutuhkan telah dipersiapkan sejak malam sebelumnya.

”Terima kasih kepada seluruh pendukung yang telah mengantar pendaftaran saya. Ini menjadi bentuk harapan masyarakat yang mendambakan pemimpin amanah dan bisa membawa Kenteng lebih maju,” ujar Suprapto yang juga menjadi Ketua Komunitas Kuli Bangunan (Kubang) Kabupaten Grobogan.

Dia menegaskan, keputusannya maju dalam kontestasi pilkades dilandasi niat untuk mengabdi kepada masyarakat, bukan demi kepentingan pribadi.

”Bismillah, niat saya maju ini tulus dan ikhlas. Jika diberi amanah, akan saya gunakan sebaik-baiknya. Saya akan bekerja keras semampu saya untuk masyarakat Kenteng,” katanya.

Suprapto mengungkapkan, awalnya tidak memiliki keinginan untuk mencalonkan diri. Namun, setelah kepala desa yang menjabat, Eko Budiyanto menyampaikan mandat agar dirinya maju. Dia meneruskan hal tersebut kepada teman-teman dan warga.

Dukungan serta dorongan masyarakat yang terus mengalir kemudian membuatnya mantap mengikuti kontestasi.

Sebelum berangkat mendaftar, Suprapto bersama keluarga berziarah dan berdoa di makam kedua orang tuanya. Dia juga memanjatkan doa untuk keluarga dan leluhur yang diyakini sebagai danyang atau pelindung Dusun Ngancar tempat dia tinggal. Selain itu, dia meminta doa restu kepada mertuanya.

Bagi Suprapto, dukungan masyarakat bukan sekadar penyemangat, melainkan juga tanggung jawab yang harus dijalankan apabila kelak mendapat kepercayaan memimpin desa.

Dia berharap seluruh tahapan pilkades Kenteng berjalan aman dan kondusif. Perbedaan pilihan, menurutnya, tidak boleh sampai memecah kerukunan warga.

”Harapan saya, pemilihan di Kenteng ini tetap adem ayem, tentrem, dan damai. Perbedaan pilihan jangan sampai membuat masyarakat terpecah,” tuturnya.

Jika terpilih, Suprapto menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan. Salah satunya membangun lapangan sepak bola yang dilengkapi lintasan joging untuk menunjang aktivitas olahraga sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.

Menurut dia, fasilitas tersebut juga berpotensi menggerakkan perekonomian warga melalui tumbuhnya usaha di sekitar lokasi. Selain fasilitas olahraga, Suprapto berencana membangun gapura di perbatasan desa. Baginya, gapura bukan sekadar penanda wilayah, melainkan juga simbol identitas dan kebanggaan masyarakat.

”Kalau gapuranya bagus, bisa menjadi kebanggaan warga. Itu juga bagian dari harga diri desa,” ujarnya.

Infrastruktur pertanian, terutama jalan usaha tani, turut menjadi perhatian. Dia berharap akses jalan yang memadai dapat membantu petani mengangkut hasil panen dengan biaya lebih terjangkau.

Suprapto menyebut, sejumlah pembangunan sebelumnya telah dilakukan melalui dana aspirasi dan dana pribadinya. Dia mengklaim kegiatan tersebut tidak membebani masyarakat dengan iuran.

Dia juga menyampaikan rencana untuk tidak mengambil penghasilan dari tanah bengkok kepala desa apabila terpilih. Penghasilan tersebut, menurut dia, akan dikembalikan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan kegiatan keagamaan.

”Hidup di dunia yang kita cari adalah bekal akhirat,” katanya.

Suprapto menyadari tantangan pembangunan desa ke depan semakin besar, terlebih di tengah penurunan alokasi dana desa. Karena itu, dia menilai pemerintah desa perlu mencari sumber pendapatan alternatif agar pembangunan tetap berjalan berkelanjutan.

Sejumlah gagasan yang disiapkannya antara lain mengembangkan peternakan sapi, mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memanfaatkan peluang pengadaan barang dan jasa melalui mekanisme lelang elektronik sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, pengembangan potensi ekonomi lokal perlu dilakukan agar desa tidak hanya bergantung pada transfer anggaran pemerintah, tetapi juga mampu memperkuat sumber pendapatan secara mandiri.

Desa Kenteng terdiri atas sembilan dusun, yakni Welar, Ngacir, Ngancar, Sumberagung, Kenteng, Sidomulyo, Ceblokan, Domes, dan Turi. Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di desa tersebut tercatat sekitar 6.400 pemilih.

Suprapto menyebut sebagian warga Kenteng merantau dan bekerja di sektor proyek, sedangkan sebagian lainnya menggantungkan penghasilan dari pertanian.

Keterbatasan irigasi membuat petani harus menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi musim. Saat kemarau, tembakau menjadi salah satu komoditas yang dipilih.

Menurut Suprapto, harga jual tembakau saat panen dapat mencapai dua hingga empat kali lipat harga hasil panen padi. Meski demikian, pendapatan petani tetap bergantung pada hasil produksi dan perkembangan harga pasar.

Dia berharap pembangunan infrastruktur pertanian dan pengembangan usaha desa dapat berjalan beriringan. Dengan begitu, peluang ekonomi masyarakat semakin terbuka dan kesejahteraan warga Kenteng dapat meningkat. (mun)

 

Editor : Sirojul Munir
Pilkades Grobogan 2026 Desa Kenteng Kecamatan Toroh Suprapto Cakades Desa Kenteng Kecamatan Toroh Diantar Ribuan Pendukung Mendaftar Pilkades