Festival Literasi Grobogan 2026, Ini Kata Bunda Literasi di Era Gawai

Intan Maylani • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:51 WIB
DIBUKA: Festival Literasi Grobogan 2026 resmi dibuka.
DIBUKA: Festival Literasi Grobogan 2026 resmi dibuka.

GROBOGAN- Pemkab Grobogan resmi menggelar Festival Literasi Grobogan 2026 bertajuk "Gerakan Membaca Menuju Grobogan Maju dan Inovatif (KANCANOVA)" di JIG Laksana Mall Purwodadi, Selasa (13/10).

Langkah strategis memboyong agenda literasi ke pusat perbelanjaan ini dihadiri oleh para pegiat literasi, guru, tenaga pendidik, pustakawan, komunitas literasi, hingga anak-anak dan generasi muda se-Kabupaten Grobogan.  

Dalam sambutannya, Bunda Literasi Kabupaten Grobogan, Suyatun Setyo Hadi, menegaskan bahwa kegiatan literasi tidak boleh lagi dipandang sebagai agenda yang kaku atau hanya terkurung di dalam ruangan perpustakaan. 

Menurutnya, literasi harus dibawa langsung ke pusat keramaian agar makin dekat dan menyatu dengan keseharian masyarakat.  

"Literasi itu tidak kaku, literasi itu harus ada di pusat keramaian, bahkan harus melekat dan dekat dengan masyarakat. 

Festival ini bukan sekadar pameran buku dan lomba mewarnai saja, tetapi merupakan ikhtiar kita untuk menjawab satu pertanyaan besar. Sudahkah Grobogan benar-benar menjadi daerah yang literat, atau justru sebaliknya, daerah yang krisis literasi?" tegas Suyatun Setyo Hadi.

Guna menjawab pertanyaan besar tersebut, terdapat dua indikator penentu yang menjadi cermin bagi daerah. 

Indikator pertama adalah Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) yang diukur setahun sekali secara daring terhadap warga berusia 15 tahun ke atas guna melihat frekuensi, durasi, hingga niat membaca masyarakat sebagai cermin dari warganya sendiri. 

Sementara indikator kedua adalah Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang menjadi cermin komitmen pemerintah daerah dalam membina perpustakaan sebagai wadah belajar sepanjang hayat.

Di mana IPLM Grobogan pada 2025 lalu tercatat di angka 38,83 dengan kategori sedang.  

MENINJAU: Bupati Grobogan Setyo Hadi saat meninjau stan Dinarpusda Grobogan.
MENINJAU: Bupati Grobogan Setyo Hadi saat meninjau stan Dinarpusda Grobogan.

Fenomena anak-anak dan generasi muda saat ini yang jauh lebih gemar memegang gawai ketimbang membaca buku turut menjadi perhatian utama dalam gelaran ini. 

Bunda Literasi menekankan pentingnya meredefinisi makna literasi agar sesuai dengan tantangan zaman modern.  

"Jujur, anak-anak kita hari ini lebih gemar memegang gawai daripada membaca. Padahal, ketika kita ambil makna yang lebih jauh, literasi adalah bagaimana kita memahami informasi dan berpikir kritis untuk mengambil keputusan yang lebih baik. 

Di zaman sekarang informasi datang begitu cepat, jangan sampai kita cepat menerima informasi, tetapi lambat memahami kebenarannya," ajaknya.

Acara makin lengkap dengan dilaksanakannya pengukuhan pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Literasi Kabupaten Grobogan.

Pengurus yang baru dikukuhkan didorong untuk tampil berani dalam berinovasi, mengoptimalkan teknologi digital, serta merangkul anak muda lewat kegiatan yang dekat dengan kebutuhan warga. (int)

Editor : Intan Maylani
kancanova grobogan festival literasi