GROBOGAN – Warga yang melintas di Jalan Raya Purwodadi-Solo, tepatnya di Dusun Mojolegi, Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan (Letter S), mendadak dikejutkan dengan penemuan seorang perempuan yang tergeletak tak bernyawa, Selasa (13/10/2026).
Perempuan berusia 49 tahun itu ditemukan dalam posisi tengkurap dengan kepala menghadap ke tanah.
Saat didekati untuk diberi pertolongan, korban ternyata sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Kapolsek Toroh AKP Joko Ismanto mengungkapkan, penemuan tersebut pertama kali diketahui Muhtadi, 48, warga setempat, yang tengah melintas di lokasi kejadian.
Melihat seorang perempuan tergeletak di pinggir jalan, ia berinisiatif mendekat untuk memastikan kondisinya.
Namun, setelah mengetahui korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, Muhtadi berteriak meminta pertolongan.
Warga sekitar kemudian berdatangan dan memeriksa kondisi perempuan tersebut sebelum melaporkan kejadian itu ke Polsek Toroh.
“Setelah menerima laporan, kami bersama Tim Inafis Polres Grobogan, tenaga medis dari Puskesmas Toroh I, dan bidan desa mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban,” ujar Joko.
Korban diketahui berinisial R, 49, yang tercatat tinggal di Panti Jelma Sehat, Kelurahan Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Saat ditemukan, korban mengenakan daster lengan pendek berwarna hitam polos dan memiliki rambut pendek beruban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan hanya dari hasil pemeriksaan fisik tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.
Korban diduga meninggal dunia setelah terjatuh dalam posisi tengkurap. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.
Setelah pemeriksaan di lokasi selesai, jenazah korban diserahkan ke RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sebelum dimakamkan.
Korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). (int)
Editor : Intan Maylani