Kondisi tersebut menjadi perhatian seiring kemarau panjang yang masih berlangsung dan memicu munculnya sejumlah gangguan kesehatan.
Meski beberapa rumah sakit mengalami kepadatan pasien, Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan memastikan ketersediaan tempat tidur atau bed di fasilitas pelayanan kesehatan masih aman.
Masyarakat juga diminta tidak panik karena pelayanan kesehatan tetap berjalan.
Kepala Dinkes Grobogan dr Djatmiko mengatakan, kabar mengenai sejumlah rumah sakit yang mulai penuh memang muncul dalam beberapa hari terakhir.
RS Ki Ageng Selo Wirosari disebut mengalami kepadatan pasien.
Kondisi serupa juga terjadi di RSUD dr Soedjati Purwodadi.
Namun, pelayanan untuk pasien yang membutuhkan penanganan darurat tetap berjalan.
RSUD dr Soedjati Purwodadi masih membuka layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Sementara itu, kapasitas di RS Ki Ageng Getas Pendowo Gubug masih tersedia.
Rumah sakit tersebut masih memiliki lima bed untuk rawat inap.
"Untuk IGD masih ada empat bed yang khusus diperuntukkan bagi pasien dalam kondisi darurat," kata dr Djatmiko.
Menurutnya, ketersediaan tempat tidur secara umum di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), termasuk Puskesmas, masih dalam kondisi aman.
Dinkes Grobogan terus memantau perkembangan jumlah pasien dan kapasitas pelayanan kesehatan.
Masyarakat diminta tetap tenang dan memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang membutuhkan pemeriksaan.
ISPA Jadi Penyakit yang Banyak Menyerang
Di sisi lain, perubahan kondisi cuaca turut memengaruhi tren penyakit yang muncul di masyarakat.
Kemarau panjang dengan udara yang kering dan banyak debu membuat gangguan saluran pernapasan menjadi salah satu keluhan yang banyak ditemukan.
Salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kondisi udara yang kering membuat pertahanan saluran napas lebih rentan, terlebih ketika masyarakat banyak terpapar debu saat beraktivitas di luar rumah.
"ISPA ini paling banyak karena musim kemarau panjang.
Saat ini udara kering, debu berterbangan dan membuat pertahanan saluran napas lemah," jelas Djatmiko.
Gejala yang perlu diperhatikan antara lain batuk, pilek, tenggorokan kering, nyeri ketika menelan hingga demam.
Selain ISPA, influenza juga menjadi penyakit yang perlu diwaspadai. Keluhannya dapat berupa demam, flu dan pusing yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Djatmiko juga mengingatkan dampak cuaca panas terhadap kondisi tubuh.
Paparan panas dalam waktu lama dan kurangnya asupan cairan dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga heat stroke.
Gangguan kesehatan juga dapat muncul akibat menurunnya kualitas air selama kemarau.
Masyarakat perlu mewaspadai penyakit seperti diare dan tifus apabila sumber air yang digunakan tidak terjaga kebersihannya.
"Demam berdarah juga menjadi tren penyakit saat ini karena nyamuk masih ada di bak penampungan air yang jarang dikuras. Selain itu ada penyakit mata," ungkapnya.
Untuk menekan risiko penyakit, Dinkes Grobogan mengimbau masyarakat menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah dapat membantu mengurangi paparan debu.
Kebersihan rumah juga perlu diperhatikan. Lantai sebaiknya rutin dipel agar debu tidak mudah beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan.
Masyarakat juga diminta mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih.
Minum tidak perlu menunggu sampai merasa haus.
"Kurangi minuman kafein, perbanyak air putih dan diminum jangan menunggu haus. Kuras bak mandi atau tandon seminggu sekali dan tutup rapat sumurnya," tegas Djatmiko.
Upaya pemberantasan sarang nyamuk juga penting dilakukan karena tempat penampungan air yang jarang dikuras dapat menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah.
Dinkes Grobogan juga meminta masyarakat tidak mengabaikan batuk dan pilek yang berlangsung lebih dari tiga hari. Terlebih jika keluhan tersebut disertai demam tinggi atau sesak napas.
"Kalau batuk pilek disertai demam tinggi atau sesak, segera ke dokter atau Puskesmas terdekat agar segera mendapatkan penanganan," pungkasnya.
Di tengah kemarau panjang, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan kondisi tubuh.
Menjaga asupan cairan, mengurangi paparan debu, menjaga kebersihan rumah serta rutin menguras tempat penampungan air menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit. (int)
Editor : Intan Maylani