Tak Ikut Ditebang, Sejumlah Pohon di Jalan Bhayangkara Grobogan Masih Bisa Diselamatkan

Intan Maylani • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:24 WIB
DISELAMATKAN: Sejumlah pohon pule dan tabebuya saat ditanam kembali di Simpang Lima Purwodadi.
DISELAMATKAN: Sejumlah pohon pule dan tabebuya saat ditanam kembali di Simpang Lima Purwodadi.

GROBOGAN – Sejumlah pohon di Jalan Bhayangkara, Purwodadi, yang terdampak penataan drainase dan trotoar masih bisa diselamatkan.

Tanaman yang berukuran kecil akan dipindahkan dan ditanam kembali di lokasi lain.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Heru Dwi Cahyono mengatakan, tanaman yang kondisinya masih memungkinkan untuk dipindahkan tidak akan ditebang. 

Ia menegaskan, tidak semua tanaman di lokasi proyek akan dipotong.

Tanaman yang masih memungkinkan untuk diselamatkan akan dipindahkan dan dirawat di lokasi baru.

Pemindahan menjadi pilihan agar tanaman tetap bisa dimanfaatkan.

”Kalau masih bisa dipindah, otomatis nanti kita rawat, kemudian langsung kita tanam kembali,” kata Heru.

Menurutnya, sejumlah tanaman seperti pule dan tabebuya di sepanjang jalan tersebut masih berukuran relatif kecil karena baru ditanam, sehingga memungkinkan untuk dipindahkan. 

Di Jalan Bhayangkara, diperkirakan ada sekitar 10 batang pohon yang masih bisa diselamatkan.
"

Mulai hari ini (RED, Selasa (6/10) sejumlah tanaman tersebut dipindah tanam ke kawasan Simpang Lima Purwodadi.

Lokasi itu dinilai masih memiliki ruang yang cukup untuk menampung tanaman hasil pemindahan dari lokasi proyek," jelasnya. 

Selain itu, tanaman yang masih bisa diselamatkan juga dapat dipindahkan ke taman hijau kota yang memiliki ruang cukup banyak. 

Menurutnya, penanaman tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan tanaman yang masih layak dan bisa di pindahkan.

Heru menjelaskan, pemindahan lebih memungkinkan dilakukan terhadap pohon yang masih kecil. 

Sebab, pohon yang sudah berukuran besar memiliki risiko lebih tinggi jika dipindahkan dan membutuhkan penanganan khusus.

”Kalau yang kecil-kecil seperti pule dan tabebuya karena baru ditanam, kan belum begitu besar. Kalau sudah besar seperti angsana, itu sudah sulit dipindahkan,” ujarnya.

Upaya penyelamatan tanaman tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan yang tetap mempertimbangkan keberadaan vegetasi. 

Dengan begitu, pekerjaan infrastruktur dapat berjalan tanpa harus mengorbankan seluruh tanaman yang berada di sekitar lokasi proyek. (int)

Editor : Intan Maylani
pule grobogan pohon tabebuya