GROBOGAN — Gudang kayu bagian atap rumah warga di Dusun Dolah, RT 03/RW 02, Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, Grobogan, Selasa (6/10) terbakar dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Rumah dan gudang itu milik Heri Sulistiyono Joko Tetuko, warga setempat. Kebakaran diketahui sekitar pukul 02.15 WIB. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Penawangan sekitar pukul 03.00 WIB.
Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo mengatakan, setelah menerima laporan, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas juga berkoordinasi dengan pemadam kebakaran untuk menangani kobaran api.
"Setelah menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi dan menghubungi pemadam kebakaran. Petugas bersama warga kemudian membantu proses pemadaman," kata AKP Sutarjo.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, kebakaran diduga bermula dari hubungan arus pendek listrik. Api diduga berasal dari instalasi kabel yang menghubungkan rumah korban dengan gudang.
Gudang yang sebagian besar konstruksinya terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar. Kobaran api kemudian merambat ke bagian atap rumah korban.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh anak korban yang saat itu berada di dalam kamar. Saksi mendengar suara seperti bunyi hujan atau "kletek-kletek". Tak lama kemudian, dia mencium bau kabel terbakar.
Saksi lantas keluar rumah dan melihat bagian atap gudang di samping rumah sudah terbakar. Dia kemudian berteriak meminta bantuan kepada korban dan warga sekitar.
Warga yang berdatangan langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api semakin membesar karena bangunan gudang didominasi material kayu.
Sekitar 30 menit kemudian, mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Grobogan tiba di lokasi. Petugas pemadam bersama warga dan kepolisian berjibaku menjinakkan api. Sekitar 25 menit kemudian, kobaran api berhasil dipadamkan.
Akibat kebakaran tersebut, bangunan gudang berbentuk limasan berukuran sekitar 9 x 12 meter ludes terbakar. Bagian atap rumah korban juga terbakar.
Sejumlah barang di dalam rumah turut rusak akibat kebakaran. Di antaranya kasur, lemari, lemari es, kipas angin, televisi, serta sejumlah peralatan elektronik lainnya.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan sisa kabel terbakar, meteran listrik, serta sejumlah peralatan elektronik yang ikut terbakar. Petugas juga menemukan sambungan kabel antara rumah dan gudang yang diduga menjadi titik awal kebakaran.
"Untuk sementara, hasil olah TKP mengarah pada dugaan kebakaran akibat hubungan arus listrik dari rumah korban menuju gudang," terang Sutarjo.
Meski demikian, penyebab tersebut masih berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp70 juta.
Petugas mengamankan sejumlah barang yang terbakar untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, di antaranya kabel, kipas angin, dan beberapa perabot rumah tangga.
”Kami menghimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah, termasuk memastikan penggunaan kabel dan sambungan listrik yang sesuai standar, guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting,” tandasnya. (mun)
Editor : Sirojul Munir