Delapan Paket Proyek Penataan Drainase dan Trotoar di Grobogan Dikebut

Intan Maylani • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 19:33 WIB
DIPERBAIKI: Sejumlah alat berat dikebut untuk perbaikan drainase dan trotoar di Kota Purwodadi.
DIPERBAIKI: Sejumlah alat berat dikebut untuk perbaikan drainase dan trotoar di Kota Purwodadi.

GROBOGAN – Pemkab Grobogan memastikan pekerjaan penataan drainase dan trotoar di sejumlah ruas jalan perkotaan Purwodadi terus dikebut.

Pekerjaan konstruksi ditargetkan rampung pada 27-28 Desember 2026, namun sejumlah jalur diupayakan sudah dapat kembali dilewati mulai 15 Desember.

Sekretaris Dinas PUPR Grobogan Erry Subagyo mengatakan, proyek tersebut dikerjakan dalam dua tahap dengan enam paket pekerjaan yang dimulai sejak awal September dan dua paket menyusul pada akhir September.

“Target kita, pekerjaan konstruksi selesai tanggal 27 sampai 28 Desember. Kemarin kita juga sudah sempat sepakat dengan Satlantas, agar pembukaan jalur bisa dilakukan 15 Desember,” kata Erry.

Menurutnya, pembukaan jalur lebih awal tersebut diharapkan dapat membuat ruas-ruas utama kembali bisa dilalui sebelum libur Natal dan Tahun Baru. 

Dengan begitu, pekerjaan yang tersisa setelah 15 Desember dapat difokuskan pada tahap finishing.

Erry mengatakan, selama proses pekerjaan berlangsung, rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan.

Terutama di Jalan R Suprapto dengan membuka dua jalur.

Termasuk mengatur aktivitas toko yang membutuhkan bongkar muat barang agar tidak menambah kepadatan di ruas jalan yang sedang ditangani.

“Toko-toko yang sering drop barang nanti diminta menyesuaikan waktunya. Jangan pada jam anak sekolah, anak pulang sekolah, atau jam-jam sibuk,” jelasnya.

Di sisi lain, pekerjaan penataan tersebut juga menjadi alasan dilakukannya pemotongan sejumlah pohon di sepanjang ruas jalan. 

Erry menegaskan, pemotongan pohon dilakukan berdasarkan hasil survei dan investigasi konsultan, bukan semata-mata untuk menghilangkan pepohonan di kawasan perkotaan.

Hasil kajian menunjukkan kondisi drainase lama sudah tidak memadai.

Dimensinya dinilai terlalu kecil, baik dari sisi lebar maupun kedalaman, sehingga perlu diperlebar dan diperbaiki agar mampu menampung serta mengalirkan air dengan lebih baik.

Persoalan lainnya berasal dari akar pohon yang sudah menjalar ke berbagai bagian konstruksi jalan. 

Akar di permukaan membuat trotoar mengalami kerusakan, pecah dan miring sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Selain menyerang permukaan trotoar, akar pohon juga menerobos masuk ke saluran drainase. 

Bahkan ada yang menembus pasangan batu dan melintang di saluran sehingga sebagian aliran drainase tertutup,” terangnya.

Kondisi tersebut membuat penanganan drainase tidak bisa dilakukan hanya dengan mempertahankan pohon yang sudah ada. 

Sebab, pelebaran saluran akan berdampak langsung terhadap akar pohon yang berada di jalur pekerjaan.

Berdasarkan kajian konsultan, salah satu solusi yang dipilih adalah memperlebar saluran sekaligus mengganti konstruksi drainase lama dengan beton berupa u-ditch dan box culvert. 

Konsekuensinya, sebagian akar pohon yang berada di jalur drainase harus dipotong.

“Kalau akarnya dipotong separuh, pohonnya menjadi tidak stabil dan berisiko roboh.

Karena itu mau tidak mau pohon yang terdampak harus diganti. 

Jadi bukan hanya menanam bibit, tetapi mengganti dengan pohon yang sudah berukuran cukup besar,” jelas Erry.

Nantinya, pohon pengganti yang disiapkan memiliki diameter sekitar 15-20 sentimeter hingga 25 sentimeter.

Jenis yang dipilih antara lain pohon pule dan tabebuya.

Khusus di depan SMPN 1 dan SMPN 6 Grobogan, tabebuya akan menjadi salah satu jenis pohon yang ditanam. 

Pemilihan tersebut diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi penghijauan, tetapi juga memberikan karakter tersendiri pada kawasan pendidikan ketika pohon mulai berbunga.

Erry memperkirakan, pohon pengganti tersebut dapat mulai membentuk kanopi dan kembali memberikan keteduhan dalam waktu sekitar satu tahun hingga satu setengah tahun.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir nanti kawasan ini menjadi panas.

Kita harapkan sekitar satu tahun atau satu setengah tahun sudah mulai rimbun kembali,” ujarnya.

Sementara itu, pemotongan pohon hingga kini masih berlangsung di sejumlah titik.

Berdasarkan data terakhir, jumlah pohon yang dipotong berada di kisaran 823 pohon, dengan jumlah tersebut masih dapat berubah menyesuaikan hasil pekerjaan di lapangan. (int)

Editor : Intan Maylani
grobogan purwodadi drainase trotoar