Kemarau Panjang, PGRI Salurkan 120 Tangki Air Bersih ke Grobogan

Intan Maylani • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 21:52 WIB
DROPPING: PGRI saat melakukan dropping air bersih ke warga Desa Depok Kecamatan Toroh.
DROPPING: PGRI saat melakukan dropping air bersih ke warga Desa Depok Kecamatan Toroh.

GROBOGAN – Kemarau panjang membuat kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Grobogan semakin mendesak. 

Kondisi tersebut mendorong Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah bersama PGRI Kabupaten Grobogan turun tangan menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan.

Sebanyak 120 tangki air bersih disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Salah satu lokasinya di Desa Depok Kecamatan Toroh.

Ketua PGRI Jawa Tengah Muhdi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian PGRI terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. 

Bantuan 120 tangki itu berasal dari tiga sumber, yakni 80 tangki dari PGRI Jawa Tengah, 15 tangki dari ketua PGRI Jateng dan 25 tangki dari PGRI Kabupaten Grobogan.

“Ini adalah wujud PGRI Jateng Peduli. Ketika masyarakat kesulitan air bersih, PGRI harus hadir memberi solusi. Memberi bantuan berupa air bersih adalah bantuan yang terbaik,” katanya.

Bantuan itu merupakan tindak lanjut atas permohonan PGRI Kabupaten Grobogan terkait kebutuhan air bersih bagi wilayah terdampak kekeringan. 

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat 120 titik terdampak kekeringan yang tersebar di 10 cabang PGRI di Kabupaten Grobogan.

Sepuluh cabang tersebut meliputi PGRI Wirosari, Gabus, Toroh, Pulokulon, Grobogan, Karangrayung, Kedungjati, Brati, Geyer, dan Gubug.

"Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah," imbuhnya.

Menurutnya, kehadiran PGRI tidak hanya berkaitan dengan persoalan pendidikan.

Organisasi tersebut juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, bantuan air bersih dipilih sebagai bentuk kepedulian yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga terdampak kekeringan.

PEDULI: Ketua PGRI Kabupaten Grobogan Purnyomo saat menyalurkan air bersih.
PEDULI: Ketua PGRI Kabupaten Grobogan Purnyomo saat menyalurkan air bersih.

Sedangkan, Ketua PGRI Kabupaten Grobogan Purnyomo menyampaikan terima kasih atas respons cepat PGRI Jawa Tengah. 

Menurutnya, dampak kekeringan sudah dirasakan warga, termasuk para guru di sejumlah wilayah.

“Kekeringan ini sudah sangat dirasakan warga dan guru-guru kami. Bantuan air bersih ini sangat berarti,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan sumber air.

Terlebih, air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang harus segera dipenuhi ketika sumber air warga mulai mengering.

Dengan adanya bantuan tersebut, PGRI berharap kebutuhan air bersih warga di titik-titik terdampak dapat sedikit terbantu selama musim kemarau. 

Kolaborasi antara PGRI Jawa Tengah dan Grobogan juga diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat yang masih menghadapi krisis air bersih. (int)

Editor : Intan Maylani
grobogan air bersih pgri