GROBOGAN — RSUD Ki Ageng Selo Wirosari terus menunjukkan perkembangan layanan sekaligus kontribusinya terhadap pendapatan daerah.
Tahun 2026, rumah sakit yang berada di wilayah timur Kabupaten Grobogan itu ditarget pendapatan sebesar Rp 30 miliar.
Direktur RSUD Ki Ageng Selo Wirosari, dr. Wahyu Tri Haryadi, mengatakan target tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan target pendapatan pada tahun sebelumnya.
“Tahun lalu itu target pendapatannya hanya sekitar Rp 25 miliar. Untuk target pendapatan tahun 2026 ini sebenarnya Rp 28 miliar, kemudian pada perubahan dinaikkan menjadi Rp 30 miliar,” kata dr Wahyu, Jumat (25/9).
Hingga September 2026, capaian pendapatan RSUD Ki Ageng Selo Wirosari disebut telah berada di kisaran 60–70 persen dari target Rp 30 miliar.
Wahyu berharap capaian tersebut dapat terus digenjot sehingga target pendapatan tahun ini bisa terlampaui.
“Di bulan September ini sudah sekitar 60–70 persen dari target Rp 30 miliar. Target pendapatan tahun depan Rp 35 miliar,” ujarnya.
Peningkatan pendapatan tersebut tidak terlepas dari perkembangan kapasitas dan layanan rumah sakit.
Salah satunya setelah adanya penambahan 20 tempat tidur (TT) pada 1 Desember 2025.
Penambahan kapasitas tersebut disebut memberikan dampak terhadap aktivitas pelayanan sekaligus pendapatan rumah sakit.
“Dengan adanya kemarin tanggal 1 Desember 2025 ada penambahan 20 tempat tidur, jadi menambah suasana luar biasa. Pendapatan kita juga semakin naik, meningkat,” jelas Wahyu.
Ke depan, kontribusi RSUD Ki Ageng Selo Wirosari terhadap pendapatan daerah diharapkan semakin meningkat seiring dengan bertambah lengkapnya layanan kesehatan.
Salah satu layanan baru yang sedang dipersiapkan adalah hemodialisis (HD) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
dr. Wahyu mengatakan persiapan untuk layanan tersebut sudah dilakukan, salah satunya dengan mengirim tenaga medis untuk mengikuti pendidikan atau pelatihan yang berkaitan dengan pelayanan hemodialisis.
“Per Juli kemarin kita sudah menyekolahkan fellow, dr. Alva ini menjadi fellow di hemodialisa. Sehingga harapan nanti per awal bulan tahun depan sudah bisa operasional untuk HD-nya,” katanya.
Pada tahap awal, RSUD Ki Ageng Selo Wirosari menargetkan memiliki sekitar 10 mesin hemodialisis.
Dengan pola pelayanan dua sesi, pagi dan sore, fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat melayani hingga sekitar 20 pasien.
Kehadiran layanan hemodialisis dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan terapi tersebut.
Wahyu berharap masyarakat Grobogan wilayah timur tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih lengkap.
Pengembangan layanan itu sekaligus menjadi bagian dari visi RSUD Ki Ageng Selo Wirosari untuk menjadi sentra pelayanan kesehatan di kawasan timur Grobogan.
“Ke depannya kami rumah sakit akan menjadi sentra pelayanan di wilayah timur, Grobogan timur,” katanya.
Bahkan, keberadaan layanan yang semakin lengkap juga membuka peluang bagi masyarakat di wilayah Blora bagian barat untuk memanfaatkan fasilitas RSUD Ki Ageng Selo Wirosari.
“Kami yakin bisa, InsyaAllah,” pungkasnya. (int)
Editor : Intan Maylani