Jalan R Suprapto Purwodadi Bakal jadi Dua Arah Sementara Waktu, Ini Skenarionya

Intan Maylani • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 12:13 WIB
DIKAJI: Tim gabungan saat melakukan kajian di Jalan R Suprapto, Purwodadi.
DIKAJI: Tim gabungan saat melakukan kajian di Jalan R Suprapto, Purwodadi.

GROBOGAN – Arus lalu lintas di pusat Kota Purwodadi bakal mengalami perubahan dampak pembangunan drainase dan trotoar di sejumlah ruas jalan kota. 

Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Satlantas, dan rekanan proyek mulai menyiapkan analisis rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak pekerjaan tersebut.

Salah satu skema yang tengah dikaji adalah menjadikan Jalan R. Suprapto kembali menjadi dua arah untuk sementara waktu.

Survei analisis lokasi telah dilakukan secara insidental, namun penerapan skema tersebut masih menunggu hasil kajian dan informasi lanjutan.

Kepala Dishub Grobogan, Mundakar, melalui Kasi Lalu Lintas Ali Miftahul Muhdlor mengatakan sejumlah sarana harus disiapkan terlebih dahulu sebelum rekayasa lalu lintas diterapkan. 

Salah satunya berkaitan dengan sistem lampu lalu lintas di kawasan simpang empat Diskominfo.

Menurutnya,  traffic light di simpang empat tersebut perlu dibenahi terlebih dahulu.

Sebab, perangkat lampu lalu lintas di sisi utara sebelumnya telah diambil, sehingga perlu dilakukan penyesuaian kembali apabila Jalan R. Suprapto difungsikan menjadi dua arah.

Dalam skema yang dikaji, pengaturan lampu lalu lintas akan dibuat menjadi tiga fase. 

Pergerakan kendaraan dari arah utara, selatan, serta (timur dan barat akan diatur secara bersamaan) sesuai fase yang ditetapkan.

Selain lampu lalu lintas, sejumlah rambu larangan juga akan ditutup sementara untuk menyesuaikan pola pergerakan kendaraan selama rekayasa berlangsung.

Skema serupa juga akan diterapkan di Simpang Empat Kencana. 

Sejumlah rambu akan ditutup sementara untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas dari arah utara. 

Pembangunan tersebut diperkirakan turut berdampak terhadap arus kendaraan di Jalan Bhayangkara dan Jalan D.I. Panjaitan.

Karena itu, Dishub mulai menyiapkan skenario pengaturan arus sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

"Di Jalan Bhayangkara juga ada pengerjaan sudetan ke arah barat. Sehingga akan memotong jalan," imbuhnya.

Perubahan arus juga akan disiapkan ketika pekerjaan di Jalan A. Yani dan  S. Parman mulai dilaksanakan. 

Kedua ruas tersebut nantinya membutuhkan penutupan atau pengaturan arus selama pekerjaan drainase dan trotoar berlangsung.

“Kalau A. Yani-S. Parman dimulai, maka akan lebih padat lagi," ungkapnya.

Maka saat ini tim gabungan mulai menyiapkan sarananya dulu. Seperti traffic cone hingga tolo-tolo.

"Nantinya, di tengahnya R. Suprapto akan dikasih tolo-tolo untuk pemisah,” ungkapnya.

Dengan skema tersebut, kendaraan roda dua maupun roda empat yang terdampak penutupan ruas akan diarahkan melalui jalur dalam kota. 

Namun, kapan rekayasa lalu lintas mulai diterapkan masih menunggu informasi lanjutan.

Ali menegaskan, dengan adanya rekayasa lalu lintas tersebut diharapkan dampak terhadap mobilitas masyarakat selama pembangunan drainase dan trotoar dapat ditekan.

Diketahui, terdapat delapan titik utama yang masuk dalam tahap penanganan drainase dan trotoar di Kota Purwodadi, yakni Jalan Bhayangkara, D.I. Panjaitan, Tendean, KS Tubun, Gatot Subroto, dan Jendral Sudirman.

Serta dua titik menyusul penanganan yakni Jalan A Yani dan S.Parman. (int)

Editor : Intan Maylani
rekayasa grobogan jalan drainase trotoar