Perceraian di Grobogan Tembus 2.484 Perkara, Konflik Rumah Tangga hingga Judol Jadi Pemicu

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:39 WIB
Ilustrasi Perceraian
Ilustrasi Perceraian

GROBOGAN – Sebanyak 2.484 perkara perceraian tercatat masuk ke Pengadilan Agama (PA) Purwodadi sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut mendominasi perkara yang diterima lembaga peradilan agama di Grobogan selama delapan bulan pertama tahun ini.

Dari total tersebut, sebanyak 1.977 perkara merupakan cerai gugat, sedangkan 507 lainnya berupa cerai talak. Jika dibandingkan dengan keseluruhan perkara yang diterima PA Purwodadi, yakni 3.006 perkara, perceraian menyumbang sekitar 82,6 persen.

Panitera PA Purwodadi Mahmudi mengatakan, perkara perceraian yang diajukan masyarakat memiliki latar belakang beragam. Namun, perselisihan dan pertengkaran yang berlangsung terus-menerus menjadi salah satu persoalan yang kerap muncul.

“Penyebabnya macam-macam. Ada perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus, masalah ekonomi, WIL atau PIL, mabuk, sampai judi online,” ujar Mahmudi.

Konflik yang terjadi berulang tanpa penyelesaian dapat membuat hubungan suami istri semakin sulit dipertahankan. Dalam kondisi tertentu, persoalan tersebut kemudian berujung pada pengajuan perkara ke pengadilan.

Masalah ekonomi juga menjadi salah satu faktor yang disebut dalam perkara perceraian. Tekanan keuangan rumah tangga dapat berkembang menjadi konflik ketika persoalan tersebut tidak kunjung terselesaikan.

“Masalah ekonomi juga ada. Ketika persoalan rumah tangga tidak terselesaikan dan terus menjadi sumber konflik, akhirnya masuk menjadi perkara di pengadilan,” ungkap Mahmudi.

Selain konflik internal dan persoalan ekonomi, kehadiran orang ketiga turut menjadi salah satu latar belakang perceraian. WIL atau wanita idaman lain dan PIL atau pria idaman lain dapat memicu hilangnya kepercayaan antara pasangan.

Faktor lain yang disebut PA Purwodadi adalah kebiasaan mabuk. Perilaku tersebut dapat memperburuk hubungan dalam rumah tangga dan memicu pertengkaran yang berulang.

Judi online juga masuk dalam daftar persoalan yang melatarbelakangi keretakan sejumlah rumah tangga. Ketika aktivitas tersebut berkaitan dengan keuangan keluarga, persoalan ekonomi dapat semakin rumit dan berimbas pada hubungan pasangan.

“Termasuk judi online, itu juga menjadi persoalan yang muncul,” tegas Mahmudi.

Berdasarkan catatan PA Purwodadi, jumlah perkara perceraian setiap bulan menunjukkan angka yang cukup tinggi. Untuk cerai gugat, tercatat 318 perkara pada Januari, 195 pada Februari, 146 pada Maret, 365 pada April, 208 pada Mei, 253 pada Juni, 256 pada Juli, dan 236 pada Agustus.

Sementara itu, perkara cerai talak mencapai 97 kasus pada Januari, 58 pada Februari, 33 pada Maret, 92 pada April, 59 pada Mei, 50 pada Juni, 59 pada Juli, dan 59 pada Agustus.

April menjadi bulan dengan jumlah perkara perceraian tertinggi selama periode tersebut. Pada bulan itu, PA Purwodadi mencatat 457 perkara, terdiri atas 365 cerai gugat dan 92 cerai talak.

Di luar perkara perceraian, PA Purwodadi juga menerima 335 perkara dispensasi kawin selama Januari-Agustus 2026. Lembaga tersebut turut menangani berbagai perkara lain, seperti perwalian, asal-usul anak, isbat nikah, wali adhol, kewarisan, harta bersama, ekonomi syariah, serta perkara lainnya.

Editor : Mahendra Aditya
perceraian Grobogan perkara perceraian 2026 penyebab perceraian cerai di Grobogan pa purwodadi