Inovasi Siaga Digital Antar Pembina Pramuka Grobogan Juara 1 Jateng

Intan Maylani • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 14:24 WIB
PENGHARGAAN: Pembina Gudep Asal Grobogan saat menerima penghargaan.
PENGHARGAAN: Pembina Gudep Asal Grobogan saat menerima penghargaan.

GROBOGAN – Inovasi pembelajaran Pramuka berbasis digital mengantarkan pembina Gugus Depan (Gudep) 14-059 pangkalan SDN 2 Mangin, Kwartir Ranting (Kwarran) Karangrayung, Ahmad Kusaini, meraih Juara 1 Pembina Gugus Depan Berprestasi Kategori Pembina Siaga tingkat Jawa Tengah 2026.

Prestasi tersebut sekaligus membawa nama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Grobogan bersinar di tingkat provinsi.

Penghargaan diumumkan dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah di GOR Satria, Banyumas, Kamis (10/9/2026).

Tropi dan piagam kejuaraan diserahkan langsung oleh Waka Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Bela Negara, Mental, dan Spiritual, Mayjen (Purn) Widagdo Hendro Sukoco.

Ahmad Kusaini meraih juara pertama berkat karya best practice berjudul Optimalisasi SiDig (Siaga Digital) dalam Meningkatkan Minat Peserta Didik Mengikuti Kegiatan Kepramukaan dan Pencapaian SKU, SKK serta SPG di Gugusdepan SDN 2 Mangin.

Melalui SiDig atau Siaga Digital, kegiatan latihan Pramuka golongan Siaga dikemas dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Metode tersebut dirancang agar latihan lebih adaptif dan interaktif sehingga peserta didik tidak hanya lebih antusias mengikuti kegiatan, tetapi juga terbantu dalam memenuhi target kecakapan kepramukaan," jelasnya.

Inovasi tersebut mencakup penguatan pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), hingga Syarat Pramuka Garuda (SPG).

Pemanfaatan media digital menjadi salah satu cara yang dikembangkan untuk membuat proses latihan lebih menarik sekaligus sesuai dengan karakter peserta didik di era digital.

Meski begitu, jalan Ahmad Kusaini menuju juara tidak berlangsung singkat.

"Saya harus melewati seleksi berjenjang yang diikuti pembina Pramuka dari berbagai daerah di Jawa Tengah," ungkapnya.

Tahap awal dilakukan melalui seleksi berkas portofolio pengabdian dan naskah ilmiah. Dari proses tersebut, Ahmad berhasil melaju ke babak final tiga besar.

Persaingan kemudian berlanjut melalui sejumlah tahapan penilaian, mulai tes tertulis mengenai wawasan kepramukaan, presentasi best practice, wawancara, hingga verifikasi faktual terhadap portofolio yang diajukan.

Prestasi itu diharapkan tidak berhenti sebagai capaian individu. Pihaknya berharap hal tersebut menjadi pemantik untuk mendorong peningkatan kualitas pembinaan Pramuka di gugus depan se-Kabupaten Grobogan. 

Inovasi dan tata kelola pembinaan yang semakin kuat diharapkan mampu melahirkan lebih banyak generasi Pramuka yang mandiri, tangguh, dan berkarakter. (int)

Editor : Intan Maylani
gudep grobogan pramuka inovasi