Satlantas Grobogan Lakukan Doa Lintas Agama di Lokasi Blackspot

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:50 WIB
DOA: Satlantas Polres Grobogan saat melakukan doa lintas agama di Kantor Kelurahan Kuripan Kecamatan Purwodadi.
DOA: Satlantas Polres Grobogan saat melakukan doa lintas agama di Kantor Kelurahan Kuripan Kecamatan Purwodadi.

GROBOGAN – Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius Satlantas Polres Grobogan.

Wilayah tersebut tercatat sebagai salah satu titik rawan kecelakaan atau black spot.

Sebagai bentuk ikhtiar menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas, Satlantas Grobogan menggelar doa lintas agama di Kantor Kelurahan Kuripan, Selasa (8/9).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara 2026. 

Doa bersama melibatkan berbagai unsur agama mulai dari Hindu, Kristen, Islam dan Katolik sebagai bentuk kebersamaan untuk memohon keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.

Kasatlantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani mengatakan, pemilihan Kelurahan Kuripan sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.

Berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS), tercatat 1.115 kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Grobogan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. 

Jika dirata-rata, terdapat sekitar empat sampai lima kecelakaan setiap hari. 

Di Kelurahan Kuripan, tercatat 35 kecelakaan. Dari jumlah tersebut, delapan orang meninggal dunia, sedangkan korban lainnya mengalami luka-luka.

"Tentu ini bukan angka yang kecil. Ini menjadi perhatian kita bersama untuk melakukan upaya agar angka kecelakaan di Kabupaten Grobogan dapat turun," kata Kumala.

Ruas Jalan Ahmad Yani di wilayah Kuripan juga menjadi salah satu lokasi yang sering terjadi kecelakaan. 

Kondisi tersebut membuat kawasan tersebut perlu mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Selain Kuripan, Satlantas Grobogan juga mencatat Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Mitra Swalayan.

Menurut Kumala, tingginya angka kecelakaan tidak terlepas dari perilaku pengguna jalan.

Faktor manusia masih menjadi faktor dominan dalam terjadinya kecelakaan, seperti kurang konsentrasi, kelelahan hingga mengantuk saat berkendara.

"Kecelakaan bukan hal yang sengaja. Faktor manusia sangat dominan, ada yang kurang konsentrasi, kemudian lelah, mengantuk dan sebagainya," ujarnya.

Untuk mencegah kecelakaan, Satlantas mengingatkan masyarakat menerapkan konsep Tri Siap sebelum berkendara.

Pertama, siap diri, yakni memastikan kondisi tubuh prima dan fit.

Pengendara juga diminta tidak berkendara dalam pengaruh minuman keras maupun ketika kondisi emosi tidak stabil.

Kedua, siap kendaraan. Sebelum berangkat, pengendara harus memastikan kendaraan dalam kondisi layak, termasuk mengecek fungsi rem, klakson dan kelengkapan kendaraan. Pengendara sepeda motor juga wajib menggunakan helm.

Ketiga, siap mematuhi aturan lalu lintas. "Kalau ada marka lurus jangan disalip. Kemudian jangan melawan arus karena itu sangat berbahaya," tegas Kumala.

Ia menambahkan, Satlantas juga akan meningkatkan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas.

Kemungkinan pekan depan tilang akan dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan.

"Kami tetap optimalkan sosialisasi dan persuasif dulu. Baru dilakukan penindakan ini supaya masyarakat sadar akan keselamatan," katanya.

Kumala berharap doa lintas agama tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap keselamatan berlalu lintas.

"Kita bergandengan tangan lintas agama. Saya yakin kekuatannya luar biasa. Kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, khususnya warga Kuripan, diberikan keselamatan dan kesehatan," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Lurah Kuripan Faiq Najib Hasan yang telah mendukung pelaksanaan doa lintas agama tersebut.

Menurutnya, menciptakan lalu lintas yang aman, tertib dan lancar membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Masyarakat tidak hanya dituntut menaati aturan, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama setiap kali berkendara. (int)

Editor : Ali Mustofa
titik rawan laka grobogan Kuripan blackspot