GROBOGAN – Kebakaran terjadi di kawasan Hutan Petak 191E RPH Bedoyo, BKPH Kragilan, Dusun Ngragem, Desa Simo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Minggu (6/9) sore.
Kobaran api membakar lahan di bawah tegakan pohon jati milik Perhutani.
Beruntung, respons cepat Babinsa Simo Koptu Siswo bersama anggota Koramil 17/Kradenan, petugas gabungan, dan warga berhasil menghentikan api sebelum meluas.
Babinsa Simo Koptu Siswo mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 14.30 WIB.
Saat itu, Kepala Desa Simo Meidji mendapat laporan dari Kepala Dusun Ngragem, Jimin, mengenai adanya kebakaran lahan di kawasan hutan tersebut.
Mendapat laporan itu, kepala desa segera berkoordinasi dengan piket Koramil 17/Kradenan Serka Sukarman dan Babinsa Desa Simo Koptu Siswo.
Informasi kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Simo, BPBD Grobogan, serta petugas BPKB Kragilan untuk mendapatkan penanganan.
BPBD kemudian mengerahkan satu unit mobil tangki air.
Kendaraan tiba di lokasi sekitar pukul 14.45 WIB dan langsung digunakan untuk mendukung proses pemadaman.
"Pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh BPBD Kabupaten Grobogan, Koramil 17/Kradenan, Polsek Kradenan, petugas Perhutani, dan warga sekitar," ungkap Babinsa Simo.
Dengan koordinasi yang cepat dan terarah, api berhasil dipadamkan sekitar 15 menit setelah proses pemadaman dimulai.
Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare. Area tersebut merupakan lahan di bawah tegakan pohon jati milik Perhutani.
Kondisi lahan yang dipenuhi daun, gulma, dan dahan kering membuat api mudah menjalar. Cuaca panas yang disertai angin juga diduga mempercepat penyebaran api.
Kemunculan titik api diduga berkaitan dengan aktivitas warga yang melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar sampah.
Untuk mencegah kejadian serupa, aparat pemangku wilayah bersama Perhutani terus memberikan imbauan kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Warga juga diminta tidak sembarangan membakar sampah maupun membuang puntung rokok, terutama di kawasan yang banyak terdapat material kering.
"Jika warga melakukan pembersihan dengan cara membakar sampah, api harus terus diawasi dan dipastikan benar-benar padam sebelum lokasi ditinggalkan," tegasnya.
Selain itu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersama petugas terkait akan terus melakukan patroli di wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran hutan dan lahan. (int)
Editor : Ali Mustofa