Cek Berkas hingga Turun ke Lapangan, Itdam Diponegoro Periksa Jembatan Garuda di Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 21:29 WIB
DICEK: Tim Itdam IV/Diponegoro saat mengecek Jembatan Perintis Garuda di Desa Cingkrong dan Kedungrejo Kecamatan Purwodadi.
DICEK: Tim Itdam IV/Diponegoro saat mengecek Jembatan Perintis Garuda di Desa Cingkrong dan Kedungrejo Kecamatan Purwodadi.

GROBOGAN — Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Grobogan tak hanya diperiksa dari sisi administrasi.

Tim Inspektorat Kodam (Itdam) IV/Diponegoro turun langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan yang dibangun memenuhi aspek kualitas, keamanan, dan kelayakan.

Pengawasan dan pemeriksaan tersebut dilakukan Tim Itdam IV/Diponegoro yang dipimpin Kolonel Inf Y Helmi bersama jajaran Kodim 0717/Grobogan, Rabu (2/9/2026).

Kasdim 0717/Grobogan Mayor Cba AM Ichfani, turut mendampingi tim dalam pemeriksaan sejumlah pembangunan jembatan di wilayah teritorial Kodim 0717/Grobogan.

Sebelum melihat langsung kondisi jembatan, tim terlebih dahulu melakukan pemeriksaan administrasi.

"Pemeriksaan tersebut meliputi dokumen perencanaan, anggaran, personel, hingga materiil atau logistik yang digunakan dalam pembangunan," ungkapnya.

Pengecekan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua Tim Itdam IV/Diponegoro Kolonel Inf Y Helmi mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk menjaga akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi dalam pelaksanaan pembangunan.

"Jembatan yang dibangun harus benar-benar aman dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi mobilitas masyarakat desa," ujarnya.

Setelah pemeriksaan administrasi, tim kemudian bergerak ke lokasi untuk melihat langsung hasil pembangunan.

Dua jembatan yang menjadi sasaran peninjauan yakni Jembatan Perintis Garuda di Desa Cingkrong dan Jembatan Perintis Garuda di Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi.

Di lapangan, Tim Itdam bersama jajaran Kodim 0717/Grobogan mengecek kondisi fisik bangunan secara langsung.

Perkembangan pekerjaan, kualitas konstruksi, hingga aspek keamanan dan kelayakan jembatan menjadi bagian yang diperiksa.

Pemeriksaan dari dokumen hingga kondisi fisik tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan tidak sekadar selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan infrastruktur yang layak digunakan masyarakat.

"Keberadaan jembatan perintis diharapkan dapat membuka akses antardesa, memperlancar mobilitas warga. Sekaligus mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses," harapnya.

Melalui pengawasan tersebut, setiap tahapan pembangunan diharapkan berjalan sesuai ketentuan sehingga jembatan yang dibangun dapat digunakan secara aman, berfungsi optimal, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat Grobogan. (int)

Editor : Ali Mustofa
itdam grobogan jembatan Garuda