Kekeringan Makin Meluas, TIS Energy dan PWI Grobogan Salurkan Tujuh Tangki Air Bersih di Tlogorejo

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 21:12 WIB
PEDULI: PWI Grobogan dan TIS Energy saat salurkan air bersih ke warga Desa Tlogorejo Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan.
PEDULI: PWI Grobogan dan TIS Energy saat salurkan air bersih ke warga Desa Tlogorejo Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan.

GROBOGAN – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan mendapat perhatian dari berbagai pihak.

TIS Energy Blora bersama SKK Migas berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Grobogan menyalurkan bantuan tujuh tangki air bersih kepada warga.

Bantuan tersebut disalurkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) TIS Energy bertajuk SIGAP TIS.

Program tersebut berfokus pada kegiatan sosial dan penanganan kebencanaan, termasuk banjir dan kekeringan.

Distribusi air bersih dilakukan di enam titik yang berada di Desa Tlogorejo. Serta satu titik di Desa Penadaran Kecamatan Gubug yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Stakeholder Relationship TIS Energy, Faisal Afif Pratama, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi yang terdampak kekeringan.

“Di TIS Energy Blora, kami memiliki program bernama SIGAP TIS yang berfokus pada bantuan sosial dan kebencanaan, seperti banjir maupun kekeringan.

Kekeringan ini adalah bencana alam sehingga kami tergerak untuk hadir memberikan bantuan yang betul-betul membawa manfaat bagi masyarakat setempat,” ujar Faisal.

Menurutnys, kolaborasi dengan PWI Grobogan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perusahaan hulu migas, insan pers, dan masyarakat.

“Kami sengaja berkolaborasi dengan rekan-rekan PWI Grobogan agar bisa sekaligus berinteraksi dengan media.

Lewat sinergi ini, kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa industri hulu migas dan media bisa berjalan berdampingan secara positif demi kepentingan masyarakat luas dan keberlanjutan yang lebih baik ke depannya,” katanya.

Kepala Desa Tlogorejo Budi Handoyo menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Dia mengatakan kekeringan telah dirasakan warga selama sekitar 1,5 bulan terakhir.

“Kami atas nama warga Desa Tlogorejo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan langsung dari TIS Energy, SKK Migas, dan PWI yang telah menjembatani serta memfasilitasi kegiatan ini,” ujarnya.

Budi menjelaskan, Desa Tlogorejo sebenarnya telah memiliki fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Namun, selama musim kemarau, pasokan air dari fasilitas tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan warga secara maksimal.

“Pasokan air Pamsimas tidak maksimal. Saat disedot beberapa jam, airnya langsung habis sehingga warga harus bergiliran,” jelasnya.

Tingginya kebutuhan air juga dipengaruhi jumlah warga yang cukup banyak. Dalam satu RT, kata Budi, terdapat sekitar 120 hingga 140 kepala keluarga (KK).

Pemerintah Desa Tlogorejo sebelumnya telah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Bantuan dari PMI sempat diterima, tetapi tingginya kebutuhan warga membuat pasokan air bersih tambahan masih diperlukan.

Warga tampak antusias mendatangi titik distribusi untuk mengambil air yang digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga selama menghadapi musim kemarau.

Sementara itu, Ketua PWI Grobogan Dani Agus Haryanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan aksi distribusi air bersih kedua yang dilakukan PWI.

“Alhamdulillah, kegiatan distribusi air bersih ini kita laksanakan lagi. Sebelumnya pada Agustus lalu kami bersama LazisMU menggelar kegiatan distribusi air bersih di Gabus. Hari ini bersama TIS Energy Blora kami menyalurkan air bersih di Desa Tlogorejo, Kecamatan Tegowanu,” kata Dani.

Dia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan. (int)

Editor : Ali Mustofa
grobogan TIS Energy air bersih kekeringan