Banyak Lubang, Jalingkut Grobogan Mulai Dibedah Pada 106 Segmen

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 08:17 WIB
DIBONGKAR: Sejumlah segmen di Jalan Lingkar Utara dibongkar dan dilakukan pengecoran beton rigid.
DIBONGKAR: Sejumlah segmen di Jalan Lingkar Utara dibongkar dan dilakukan pengecoran beton rigid.

GROBOGAN – Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Purwodadi mulai dibenahi setelah menjadi salah satu ruas dengan temuan kerusakan jalan terbanyak di Kabupaten Grobogan.

Berdasarkan data per 29 Agustus 2026, tercatat ada 45 lubang jalan di berbagai wilayah Kabupaten Grobogan.

Dari jumlah tersebut, temuan lubang paling banyak berada di kawasan Jalingkut.

Penanganan pun mulai dilakukan. Bukan sekadar tambal sulam, sejumlah bagian beton jalan yang rusak dibongkar untuk kemudian diganti dengan beton baru.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten Grobogan BPJ Wilayah Purwodadi, Wimas Radit Sumbodo, mengatakan pekerjaan tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah dengan nilai kontrak sekitar Rp 1,8 miliar.

“Untuk Jalingkut ada beberapa spot yang ditangani. Total ada 106 segmen yang dibongkar dan diganti,” ujar Radit.

Pekerjaan tersebar di beberapa titik Jalingkut. Salah satunya di depan lampu lalu lintas Putat, tepatnya sekitar KM 58+800, dengan penanganan tiga segmen.

Kemudian di depan Kafe Maharani-Perdana, tepatnya di sekitar KM 59+250, terdapat 49 segmen yang ditangani.

Berikutnya, di bawah pohon mindik sekitar KM 59+300, terdapat 41 segmen yang masuk pekerjaan perbaikan.

Sementara itu, di kawasan Siaga Utama sekitar KM 62+272, penanganan mencakup 16 segmen pada sisi kanan dan kiri jalan.

Sehingga total terdapat 106 segmen yang dibongkar dalam proyek tersebut.

"Pekerjaan dilakukan dengan membongkar beton rigid yang mengalami kerusakan, kemudian dilakukan pengecoran kembali," jelasnya.

Pengerjaan saat ini sudah berlangsung. Dari keseluruhan segmen yang ditangani, 25 segmen telah selesai dicor, sementara sebagian lainnya masih dalam proses dan menunggu umur beton sebelum dapat digunakan secara normal.

“Sudah mulai pengerjaan, bongkar rigid. Yang sudah dicor ada 25 segmen, sebagian tinggal menunggu umur,” jelasnya.

Nantinya, waktu pelaksanaan pekerjaan ditargetkan berjalan selama 112 hari.

"Sejauh ini, pengerjaan di lapangan berjalan relatif lancar dan belum menemui kendala berarti. Apalagi sekarang Jalingkut sudah ditutup karena adanya perbaikan Jembatan Putat. Sehingga pekerjaan semakin lancar," ungkapnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
jalingkut ditutup grobogan Perbaikan