GROBOGAN - Empat rumah warga di Dusun Winong, Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, terbakar pada Senin (31/8/2026) sore.
Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material terhadap empat warga dengan total sementara diperkirakan mencapai Rp545 juta.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Narti (76) saat sedang membersihkan area di samping rumahnya.
Saat itu, ia mendengar suara sapi milik Ahmad Nuryadin (54) yang berada di bangunan belakang rumah korban.
Narti kemudian melihat ke arah sumber suara dan mendapati api sudah membesar di dalam bangunan yang digunakan sebagai rumah sekaligus kandang sapi dan kambing.
Kobaran api terlihat membakar tumpukan jerami yang berada di dalam bangunan tersebut.
Melihat kondisi itu, ia segera meminta pertolongan dengan berteriak kepada warga sekitar. Warga lainnya kemudian berdatangan untuk membantu menangani kebakaran.
Warga berupaya memadamkan api sekaligus menyelamatkan hewan ternak milik Ahmad Nuryadin (54).
Sapi dan beberapa kambing berhasil dievakuasi, namun dua ekor kambing tak bisa diselamatkan dan ditemukan mati akibat terbakar.
Upaya pemadaman dengan peralatan seadanya tidak mampu menghentikan kobaran api.
Angin yang bertiup membuat api semakin membesar dan merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Api kemudian menjalar hingga membakar sejumlah rumah warga.
Dalam kejadian tersebut, tujuh rumah limasan terdampak dengan tingkat kerusakan berbeda, sementara empat warga tercatat mengalami kerugian akibat kebakaran.
Setelah menerima laporan, personel Polsek Toroh segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan penanganan awal dan memeriksa kondisi bangunan serta area yang terdampak kebakaran.
"Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan awal, api diduga berasal dari bediang yang berada di sekitar kandang milik Ahmad Nuryadin. Kobaran api kemudian membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya," jelas Kapolsek Toroh AKP Joko Ismanto.
Dalam kejadian tersebut, Ahmad Nuryadin (54) mengalami kerugian sekitar Rp200 juta.
Kerugian tersebut meliputi dua rumah limasan, dua ekor kambing, uang tunai Rp5 juta, perhiasan dan sertifikat rumah yang ikut terbakar.
Sedangkan Magi (77), mengalami kerugian sekitar Rp85 juta setelah satu rumah limasan miliknya terbakar. Uang tunai Rp10 juta, perhiasan dan sertifikat rumah juga turut hangus.
Budi Iriyanto (37) mengalami kerugian sekitar Rp135 juta setelah dua rumah limasan miliknya terbakar. Uang tunai Rp10 juta dan sertifikat rumah turut terdampak.
Sementara Suratmin (39) mengalami kerugian sekitar Rp125 juta. Dua rumah limasan miliknya terbakar, disertai uang tunai Rp10 juta, perhiasan dan sertifikat rumah.
AKP Joko Ismanto mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan api, terutama di sekitar bangunan yang terdapat bahan mudah terbakar seperti jerami.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan perapian atau sumber api tanpa pengawasan. Pastikan api benar-benar padam setelah digunakan, terlebih saat kondisi lingkungan kering pada musim kemarau,” imbau AKP Joko Ismanto.
Editor : Ali Mustofa