Masjid Al Ikhwan Diresmikan Jadi Pusat dan Kebersamaan Warga Griya Citra Dewata

Sirojul Munir • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:18 WIB
PERESMIAN – Notaris/PPAT Made Linggarasih bersama suami Ihwan Sudrajat memotong pita untuk peresmian Masjid Al Ikhwan di Perumahan Griya Citra Dewata Getasrejo, Rabu (12/8)
PERESMIAN – Notaris/PPAT Made Linggarasih bersama suami Ihwan Sudrajat memotong pita untuk peresmian Masjid Al Ikhwan di Perumahan Griya Citra Dewata Getasrejo, Rabu (12/8)
 
 

GROBOGAN – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Perumahan Griya Citra Dewata, RT 9 RW 2, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan. Rumah ibadah yang telah lama dinantikan warga, Masjid Al-Ikhwan, akhirnya resmi berdiri dan diresmikan.

Kegiatan peresmian ini tak sekadar seremoni fisik, melainkan dirangkai dengan aksi sosial, tausiyah oleh Ustadz Amin Mustofa dari Solo, serta kejutan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun untuk Notaris/PPAT Made Linggarsih yang genap berusia 61 tahun. Masjid Al-Ikhwan ini nantinya diwakafkan untuk seluruh warga perumahan.

Kepala Desa Getasrejo, Busro Siswanto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pasangan Made Linggarsih dan Ikhwan atas komitmen mereka membangun fasilitas umum (fasum) kerohanian tersebut.

"Fasum di sini tidak hanya masjid, tapi juga fasilitas umum lainnya yang sangat menunjang aktivitas warga Dusun Getasrejo. Kami berterima kasih atas dukungan penuh Bu Made dan Pak Ihwan. Semoga usahanya semakin sukses ke depan," ujar Busro.

Senada dengan hal tersebut, Komisaris PT Semangat Kerja Bersama, Endar Kusmawati, menegaskan makna mendalam di balik nama "Al-Ikhwan" yang berarti persaudaraan. Ia berharap masjid tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga pusat kemaslahatan dan peradaban warga.

"Al-Ikhwan membawa harapan sebagai tempat berkumpulnya orang beriman untuk saling membantu dalam kebaikan. Peresmian ini bukanlah akhir, melainkan awal amanah yang lebih besar untuk memakmurkan masjid melalui salat berjamaah, majelis ilmu, pendidikan pemuda, serta kegiatan sosial," tutur Endar.

Sementara itu, Kepala Disperakim Kabupaten Grobogan, Endang Sulistiyoningsih, menyoroti pentingnya kelengkapan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) di kawasan pemukiman. Berdasarkan data Disperakim Jateng, kebutuhan hunian layak di Jateng masih tinggi, dan Grobogan mencatatkan pertumbuhan perumahan yang pesat.

"Realisasi FLPP di Grobogan telah mencapai 110 unit dengan nilai Rp 17 miliar, bahkan masuk tiga besar realisasi KPR di Jawa Tengah dengan nilai mencapai Rp 203 miliar. Dari 76 perumahan yang teridentifikasi, kami terus mendorong penyerahan BAST dan PSU sesuai ketentuan. Kami sangat mengapresiasi pengembang dan Bu Made atas hibah masjid ini demi mewujudkan hunian yang aman, nyaman, dan lengkap," ungkap Endang.

Dalam suasana haru, Made Linggarsih menceritakan perjalanan panjang di balik pembangunan masjid tersebut. Pengusaha yang telah 30 tahun mengabdi sebagai Notaris/PPAT ini mengucapkan terima kasih kepada karyawan, warga, mitra perbankan, serta dukungan penuh dari suami dan keluarga tercinta.

"Hasil dari kepercayaan dan order yang diberikan selama ini, kami sisihkan untuk membangun masjid ini. Di usia ke-61 ini, mendekati masa pensiun empat tahun lagi, tidak ada hal lain yang ingin saya lakukan selain memberi manfaat. Semoga Masjid Al-Ikhwan menjadi tempat berkumpul yang membawa berkah dan menjadi amal jariyah bagi kita semua," ungkap Made dengan mata berkaca-kaca.

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng, pemotongan kue ulang tahun, serta siraman rohani yang memberikan kesejukan bagi seluruh tamu undangan dan warga yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan Salat Jamaah Duhur bersama warga. (mun)

 

Editor : Admin
Perumahan Criya Petra Dewata Made Linggarasih disperakim grobogan grobogan hari ini