Mahar Pengantin di Grobogan Ini Capai Rp 2 Miliar

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:22 WIB
ROMANTIS: Rico dan Laella saat berdiri di samping ekskavator yang dijadikan mahar pernikahan mereka. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)
ROMANTIS: Rico dan Laella saat berdiri di samping ekskavator yang dijadikan mahar pernikahan mereka. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

GROBOGAN- Kisah mahar pernikahan Rico Putra Robertosyah (23) dan Laella Nur Fadhillah (20) di Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mencuri perhatian publik.

Bukan hanya karena nilainya yang fantastis. Mahar yang diberikan Rico kepada Laella juga terbilang tak biasa: satu unit ekskavator, mobil GWM Tank 300, Honda Brio, sepeda motor Yamaha YZ125X, serta Vespa Primavera.

Tak hanya alat berat dan kendaraan, perabotan rumah tangga seperti meja dan kursi jati, mesin cuci, turut dipersembahkan sebagai simbol kesanggupan calon mempelai pria memenangkan hati sang perempuan.

Jika ditotal, nilai mahar tersebut mencapai sekitar Rp 2 miliar.

Menariknya, sederet kendaraan dan alat berat itu bukanlah mahar yang diminta Laella.

Justru, ide tersebut sepenuhnya datang dari Rico.

Rico memang ingin memberikan sesuatu yang menurutnya istimewa untuk sang istri.

Apalagi, sebagian besar benda yang dijadikan mahar memiliki keterkaitan dengan perjalanan hidup dan hobinya.

Ekskavator, misalnya. Bagi Rico, alat berat tersebut bukan sekadar barang bernilai tinggi.

Selama ini, ia menjalankan usaha penyewaan alat berat.

Karena belum pernah ada cerita mahar pernikahan berupa ekskavator, Rico pun terpikir untuk menjadikannya bagian dari mahar pernikahannya.

“Karena selama ini belum pernah ada, terus usaha saya juga dari sewa alat berat. Jadi sekalian dibuat mahar,” ujar Rico.

Sementara GWM Tank 300 dan Yamaha YZ125X dipilih karena Rico memang menyukai mobil tersebut.

Apalagi, kendaraan itu merupakan keluaran terbaru yang sudah lama menarik perhatiannya. 

Sedangkan Honda Brio Lemon menjadi pilihan istri yang nantinya akan dipakai untuk operasional setiap harinya.

Namun, tentu saja, menyiapkan mahar sebanyak itu tidak dilakukan dalam waktu singkat.

Rico membelinya secara bertahap. Untuk ekskavator, pembelian dilakukan sekitar dua bulan sebelum pernikahan. 

Sedangkan GWM Tank 300 dan Yamaha YZ125X sudah dibeli sekitar lima bulan sebelumnya. Honda Brio juga dipersiapkan secara bertahap. 

Untuk mewujudkan mahar tersebut, Rico mengandalkan tabungan pribadi dan bantuan orang tua.

"Sekitar 70 persen berasal dari tabungannya sendiri, sedangkan 30 persen lainnya mendapat bantuan dari orang tua," imbuhnya.

Sementara bagi Rico, apa yang diberikan bukan semata soal nominal.

Ia ingin mahar tersebut menjadi simbol dari kemampuan dan hasil kerja keras yang selama ini dijalaninya.

Ia pun berpesan kepada anak-anak muda yang hendak membangun rumah tangga agar tidak menjadikan besarnya mahar sebagai ukuran utama.

Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah kesiapan untuk bekerja keras dan bertanggung jawab setelah pernikahan.

“Pesan untuk anak-anak muda, semangat, kerja keras. Kalau berumah tangga harus bertanggung jawab. Beri mahar sesuai kemampuan saja,” ungkap Rico.

Di sisi lain, Laella mengaku sama sekali tidak pernah meminta mahar sebanyak itu kepada Rico.

Bahkan, ketika mengetahui apa yang akan diberikan calon suaminya, ia mengaku sempat kaget.

“Agak kaget sih, itu terlalu banyak. Tapi bersyukur saja. Memang enggak pernah minta,” kata Laella.

Bagi Laella, mahar tersebut menjadi kejutan besar dalam perjalanan menuju pernikahannya.

Ia juga membagikan amalan yang selama ini dipesankan ibunya. "Ibu saya nyuruhnya buat salat malam dan puasa daud," ungkapnya. (int)

Editor : Admin
mahar grobogan ekskavator